PT PAL Perkuat Kemandirian Pertahanan Maritim Lewat Kapal Perang dan Kapal Selam Modern

PT PAL Indonesia (Persero) terus bergerak menuju kemandirian industri pertahanan melalui peningkatan kemampuan manufaktur, engineering, dan penguasaan teknologi. Langkah tersebut tercermin dalam pembangunan Frigate Merah Putih KRI Balaputradewa-322 dan program kapal selam Scorpène bersama Naval Group.

Direktur Pemasaran PT PAL Indonesia (Persero), Wiyono Komodjojo, mengatakan kedua program tersebut tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pertahanan, tetapi juga menjadi bagian dari proses memperkuat kemampuan industri pertahanan maritim Indonesia.

Melalui program tersebut, PT PAL memperluas pengalaman dan kapasitas dalam manufaktur, rekayasa, pengembangan teknologi, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia.

“Keberhasilan program tidak hanya dilihat dari produk yang dihasilkan. Kita juga perlu melihat peningkatan produktivitas, kapasitas industri, dan kemampuan nasional yang dapat digunakan untuk program berikutnya,” ujar Wiyono dalam forum persiapan rapat pleno Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) di Jakarta, Selasa (6/10).

Menurut Wiyono, pembangunan alutsista perlu ditempatkan sebagai bagian dari proses membangun kemampuan industri nasional. Setiap program pertahanan dapat menjadi ruang pembelajaran untuk meningkatkan penguasaan teknologi, kapasitas manufaktur, kemampuan engineering, dan kompetensi sumber daya manusia.

Dengan pendekatan tersebut, sambung dia, kemampuan yang dibangun melalui satu program dapat menjadi modal untuk mengerjakan program berikutnya. Proses ini secara bertahap membentuk kapasitas industri yang semakin kuat sekaligus memperdalam penguasaan teknologi di dalam negeri.

“Industri pertahanan perlu terus meningkatkan kapasitas produksi, kualitas sumber daya manusia, riset, dan penguasaan teknologi. Upaya itu membutuhkan ekosistem yang saling terhubung,” tambah Wiyono.

Karena itu, kemandirian industri pertahanan membutuhkan kebijakan yang konsisten dan investasi jangka panjang. Pengembangan riset, tenaga ahli, teknologi, dan industri pendukung juga perlu dilakukan secara berkelanjutan agar setiap program memberikan kontribusi terhadap peningkatan kemampuan industri nasional.

Dalam forum tersebut, PT PAL hadir sebagai perwakilan industri pertahanan maritim dan memaparkan pengembangan teknologi serta kemampuan industri dalam negeri. Forum persiapan rapat pleno KKIP tersebut menjadi ruang untuk membahas penguatan ekosistem industri pertahanan nasional guna mendukung transformasi pertahanan berbasis teknologi.

Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional 

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img