Tak Sulit Cari Makanan Halal, Ini 7 Negara yang Ramah untuk Wisatawan Muslim

Bagi wisatawan Muslim, mencari makanan halal menjadi salah satu pertimbangan penting ketika menentukan negara tujuan liburan. Selain destinasi wisata, ketersediaan restoran halal, kuliner lokal, hingga kemudahan menemukan makanan yang sesuai dengan kebutuhan Muslim dapat membuat perjalanan menjadi lebih nyaman.

Kabar baiknya, sejumlah negara memiliki pilihan makanan halal yang cukup beragam. Mulai dari Asia Tenggara hingga Timur Tengah dan Eropa, wisatawan dapat menemukan berbagai hidangan khas tanpa harus kesulitan mencari tempat makan yang sesuai.

Data Mastercard-CrescentRating Global Muslim Travel Index (GMTI) 2026 menempatkan sejumlah negara dengan fasilitas dan ekosistem wisata ramah Muslim yang kuat. Dalam indeks tersebut, Malaysia berada di posisi pertama dengan skor 82, sementara Indonesia, Türkiye, dan Arab Saudi berada di posisi kedua bersama dengan skor 79. Uni Emirat Arab berada di posisi keenam dengan skor 75, sedangkan Singapura menjadi destinasi non-OIC dengan peringkat tertinggi, yakni posisi ke-11 dengan skor 72.

Berikut beberapa negara yang bisa menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati perjalanan sekaligus berburu makanan halal.

1. Malaysia

Malaysia menjadi salah satu negara yang dikenal luas dengan pilihan makanan halalnya. Kuliner seperti nasi lemak, rendang, satay, roti canai hingga laksa dapat ditemukan di berbagai wilayah.

Tourism Malaysia menyebut makanan halal tersedia secara luas, sementara logo halal dapat menjadi salah satu penanda bagi wisatawan Muslim ketika memilih makanan. Kuala Lumpur juga menawarkan beragam pilihan kuliner Melayu, India, dan berbagai masakan internasional.

Tidak hanya soal makanan, Malaysia juga memiliki fasilitas pendukung wisata Muslim seperti tempat salat dan hotel dengan layanan ramah Muslim.

Dalam GMTI 2026, Malaysia menempati posisi pertama sebagai destinasi ramah Muslim dengan skor 82.

Kuliner yang bisa dicoba: nasi lemak, satay, rendang, roti canai, nasi kandar, dan berbagai hidangan Melayu.

2. Indonesia

Indonesia tentu menjadi salah satu negara dengan pilihan kuliner halal yang sangat beragam. Sebagai negara dengan tradisi kuliner yang luas dari Sabang hingga Merauke, wisatawan dapat menemukan berbagai makanan khas daerah.

Mulai dari rendang, sate, soto, gudeg, pempek hingga nasi Padang, pilihan makanan tersedia dengan karakter rasa yang berbeda-beda di setiap daerah.

Indonesia bersama Türkiye dan Arab Saudi menempati posisi kedua dalam GMTI 2026 dengan skor 79.

Bagi wisatawan yang ingin melakukan perjalanan kuliner, Indonesia juga menawarkan pengalaman yang berbeda karena setiap provinsi memiliki makanan khas masing-masing.

Kuliner yang bisa dicoba: rendang, sate, soto, nasi Padang, gudeg, pempek, dan ayam betutu.

3. Türkiye

Türkiye menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati perpaduan kuliner Asia dan Eropa. Negara ini memiliki berbagai makanan berbahan daging, roti, sayuran, serta rempah-rempah.

Beberapa makanan yang populer antara lain kebab, döner, köfte, pide, lahmacun dan berbagai jenis baklava.

Türkiye berada di posisi kedua GMTI 2026 bersama Indonesia dan Arab Saudi dengan skor 79.

Kawasan seperti Istanbul juga menawarkan pengalaman kuliner yang beragam, mulai dari restoran tradisional hingga kedai makanan yang berada di sekitar kawasan wisata.

Kuliner yang bisa dicoba: kebab, döner, köfte, pide, lahmacun, dan baklava.

4. Arab Saudi

Arab Saudi menawarkan pengalaman wisata kuliner yang sangat erat dengan budaya Timur Tengah. Berbagai makanan berbahan daging, nasi, roti, kurma, serta rempah menjadi bagian dari kuliner sehari-hari.

Hidangan seperti kabsa, mandi, mutabbaq, samboosa dan berbagai olahan daging dapat menjadi pilihan bagi wisatawan.

Arab Saudi menempati posisi kedua dalam GMTI 2026 dengan skor 79.

Selain menikmati kuliner, wisatawan juga dapat menjelajahi berbagai destinasi bersejarah dan budaya yang tersebar di sejumlah kota di negara tersebut.

Kuliner yang bisa dicoba: kabsa, mandi, mutabbaq, samboosa, dan berbagai hidangan berbahan daging kambing atau ayam.

5. Uni Emirat Arab

Uni Emirat Arab, terutama Dubai dan Abu Dhabi, menawarkan pilihan kuliner yang sangat internasional. Wisatawan Muslim dapat menemukan makanan Timur Tengah sekaligus berbagai hidangan dari Asia dan negara lainnya.

Dalam GMTI 2026, Uni Emirat Arab berada di posisi keenam dengan skor 75.

Selain makanan khas seperti shawarma, machboos, hummus dan falafel, restoran di kota-kota besar juga menawarkan berbagai kuliner internasional.

Kuliner yang bisa dicoba: shawarma, machboos, hummus, falafel, dan berbagai hidangan nasi khas Timur Tengah.

6. Singapura

Singapura menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin berburu kuliner halal di negara non-OIC. Dalam GMTI 2026, Singapura menjadi destinasi non-OIC dengan peringkat tertinggi, berada di posisi ke-11 secara global dengan skor 72.

Singapore Tourism Board juga menyediakan panduan bagi wisatawan Muslim dan menyebut keberadaan beragam kuliner halal, mulai dari masakan Jepang, China, Korea, Timur Tengah hingga makanan Barat.

Kawasan seperti Kampong Gelam, Bugis, Geylang Serai dan sejumlah pusat hawker dapat menjadi lokasi untuk mencari kuliner halal.

Kuliner yang bisa dicoba: nasi padang, nasi briyani, mee rebus, satay, ayam penyet, dan berbagai hidangan Melayu.

7. Qatar

Qatar juga dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati kuliner Timur Tengah. Doha memiliki banyak restoran yang menyajikan hidangan khas kawasan Teluk sekaligus berbagai makanan internasional.

Qatar berada di posisi kelima dalam GMTI 2026 dengan skor 76.

Wisatawan dapat mencicipi hidangan berbahan nasi dan daging, makanan panggang, roti tradisional, serta aneka kudapan khas Timur Tengah.

Kuliner yang bisa dicoba: machboos, harees, grilled meat, hummus, falafel, dan berbagai jenis roti Arab.

Tips Berburu Makanan Halal Saat Liburan ke Luar Negeri

Meski sebuah negara dikenal ramah Muslim, wisatawan tetap perlu memeriksa status makanan di restoran tertentu. Predikat ramah Muslim tidak otomatis berarti seluruh restoran di negara tersebut bersertifikat halal.

Perhatikan logo atau sertifikasi halal yang berlaku di negara tujuan. Di Singapura, misalnya, wisatawan dapat memperhatikan sertifikasi halal dari MUIS, sementara di Malaysia logo halal menjadi salah satu penanda yang dapat digunakan ketika memilih makanan.

Wisatawan juga sebaiknya memeriksa komposisi makanan, terutama untuk hidangan yang menggunakan saus, kaldu, gelatin atau bahan olahan lainnya.

Kesimpulan

Malaysia, Indonesia, Türkiye, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Singapura dan Qatar menawarkan pengalaman berbeda bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata kuliner halal. Selain banyaknya pilihan makanan, beberapa negara tersebut juga memiliki fasilitas dan ekosistem pariwisata yang mendukung kebutuhan wisatawan Muslim.

Bagi pencinta kuliner, perjalanan ke negara-negara tersebut tidak hanya menjadi kesempatan untuk mencicipi makanan halal, tetapi juga mengenal budaya dan tradisi lokal melalui hidangan khas masing-masing.

Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional 

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img