Perubahan strategi peperangan modern mendorong kebutuhan akan sistem pertahanan yang semakin terintegrasi, adaptif, dan mampu merespons dinamika operasi secara cepat. Dalam konteks peperangan bawah air, penguasaan teknologi, konektivitas antarsistem, serta kemampuan mengintegrasikan berbagai platform menjadi faktor penting dalam membangun keunggulan operasional.
Perspektif tersebut menjadi salah satu bahasan dalam Seminar Nasional HUT Paguyuban Hiu Kencana bekerja sama dengan SESKOAL, Rabu (09/09). Komandan SESKOAL Laksamana Muda TNI Ariantyo Condrowibowo memaparkan konsep “From Submarine Platform to Underwater Combat Network” dan “The Future: Distributed Underwater Warfare”, yang menempatkan kapal selam sebagai bagian dari jaringan tempur bawah air yang terhubung dengan berbagai platform dan sensor.
Sejalan dengan arah perkembangan tersebut, PT PAL Indonesia terus mendorong pengembangan teknologi pertahanan maritim melalui Unmanned Surface Vehicle (USV), Kapal Selam Otonom Tanpa Awak (KSOT) dan Torpedo Piranha. Pengembangan ketiganya diarahkan untuk memperkuat kemampuan operasi melalui pemanfaatan teknologi nirawak, otonom, dan integrasi sistem sesuai kebutuhan misi.
Direktur Utama PT PAL Indonesia, Dr. Kaharuddin Djenod, M.Eng., menegaskan, “Perkembangan peperangan modern menunjukkan bahwa efektivitas sebuah platform semakin ditentukan oleh kemampuannya untuk terhubung dengan sistem dan platform lainnya. Karena itu, inovasi yang kami kembangkan diarahkan tidak hanya untuk menghasilkan platform baru, tetapi membangun kemampuan yang terintegrasi melalui teknologi otonom, sensor, komunikasi, dan sistem kendali. Ini menjadi bagian dari upaya PT PAL memastikan inovasi produk tetap relevan dengan kebutuhan operasi masa depan,” ujar Kaharuddin.
Dalam pengembangannya, USV dan KSOT menjadi bagian dari konsep operasi yang memanfaatkan autonomous systems, AI-enabled Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance (ISR), dan asymmetric warfare. Kemampuan otonom memungkinkan platform menjalankan misi dengan intervensi operator yang minimal, sementara AI mendukung pemrosesan data sensor, target detection, dan situational awareness. Hal ini memungkinkan pelaksanaan operasi secara distributed and networked, memperluas cakupan ISR sekaligus memberikan opsi untuk menghadapi ancaman melalui kecepatan, persistensi, dan fleksibilitas penggunaan platform berbiaya relatif rendah.
Pengembangan memantapkan arah PT PAL untuk bergerak dari pengembangan platform menuju kapabilitas sistem yang terintegrasi, sejalan dengan perubahan karakter peperangan modern. Pendekatan ini sekaligus memperkuat kemampuan industri nasional dalam mengembangkan teknologi, mengintegrasikan berbagai platform, dan membangun solusi pertahanan maritim yang semakin adaptif, mandiri, dan berorientasi pada kebutuhan masa depan.
Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
































