Pemerintah Tambah 150 Ribu Ton SPHP Jagung Pakan, Peternak UMKM Jadi Prioritas

Keberpihakan pemerintah terhadap ekosistem peternak unggas nasional diwujudkan melalui penambahan alokasi untuk program Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan. Sebanyak 150 ribu ton resmi diproses pemerintah yang nantinya akan menambah alokasi penugasan untuk Perum Bulog.

Sebagai informasi, program SPHP jagung pakan tahun 2026 tahap pertama telah dimulai sejak awal Mei lalu. Total kuota salur ditetapkan sebanyak 213,2 ribu ton yang terdiri dari kebutuhan jagung pakan bagi kelompok peternak skala usaha mikro, kecil, dan menengah.

Rinciannya antara lain kuota sebanyak 138,65 ribu ton dengan asumsi kebutuhan 3 bulan bagi kelompok peternak mikro. Kemudian 50,37 ribu ton dengan asumsi kebutuhan 2 bulan bagi kelompok peternak kecil dan 24,17 ribu ton dengan asumsi kebutuhan 1 bulan bagi peternak menengah.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman yang juga menjabat Menteri Pertanian menyatakan dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (7/9/2026) telah menyepakati tambahan 150 ribu ton untuk program SPHP jagung pakan.

“Ada tambahan lagi. SPHP jagung 150 ribu ton,” kata Kepala Bapanas Amran dikutip di Jakarta pada Selasa (8/9/2026).

Adapun realisasi salur SPHP jagung pakan sampai 7 September telah mencapai 59,5 persen dari total target tahap pertama dan kedua yang 241,2 ribu ton. Secara kuantitas sebanyak 143,5 ribu ton telah diakses peternak yang tersebar di 33 provinsi. Daerah dengan jumlah peternak tertinggi adalah Jawa Timur dengan 3.690 peternak dan Jawa Tengah 2.017 peternak.

“Menambah dan memperpanjang SPHP jagung pakan. Nah itu Bulog, perpanjang sepanjang-panjangnya. Selama peternak butuh, kasih, titik. Jangan ada basa-basi. SPHP Bulog kita lanjutkan sampai akhir tahun,” tegas Kepala Bapanas Amran.

Dengan komitmen ini, pemerintah memastikan akan terus mengawal ketersediaan jagung bagi peternak unggas. Kepala Bapanas Amran telah menginstruksikan Bulog untuk terus melayani peternak unggas yang membutuhkan jagung pakan dengan harga lebih ekonomis.

Untuk diketahui, harga jagung pakan yang ditetapkan Bapanas antara lain Rp 5.000 per kilogram (kg) dengan pengambilan di Gudang Bulog dan harga maksimal di Rp 5.500 per kg di tingkat peternak. Penyaluran SPHP jagung pakan dilakukan melalui koperasi atau asosiasi kepada anggota yang telah terdaftar dalam Surat Keputusan (SK) Menteri Pertanian.

Terhadap penyaluran ke wilayah sentra produksi jagung harus mempertimbangkan periode panen raya, kondisi harga jagung di tingkat petani dan juga di tingkat peternak. Ini penting agar tidak berimplikasi negatif terhadap harga jagung yang terlalu dalam di tingkat petani daerah setempat.

Di kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan kembali menegaskan bahwa tambahan SPHP jagung pakan diperuntukkan bagi peternak unggas yang bukan korporasi. Peternak skala mikro harus merasakan kehadiran pemerintah.

“Bulog punya jagung. Kita minta nanti jagungnya itu SPHP jagung 150 ribu ton untuk meng-supply itu peternak-peternak yang UMKM. Bukan yang pabrik besar,” tegas Menko Pangan Zulhas.

“Agar harga (jagung) ini (selama) musim paceklik (terjaga). Nah karena itu jagung ini, Bulog punya stok, itu kita kasih SPHP. Untuk peternak-peternak yang menengah ke bawah. Bukan yang pabrik-pabrik yang besar,” tambah Zulhas.

Adapun dalam pemantauan harga Bapanas, rerata harga jagung pipilan kering di tingkat peternak secara nasional sampai 7 September berada di Rp 5.922 per kg atau 7,67 persen di atas HPP Rp 5.500 per kg. Provinsi dengan rerata harga paling tinggi tercatat ada di Lampung dengan Rp 6.600 per kg. Sementara Sumatera Utara tercatat memiliki rerata harga jagung paling rendah di Rp 5.437 per kg.

Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional 

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img