Kementan Perkuat Reproduksi Ternak untuk Pulihkan Usaha Peternak di Sumatera

Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat pemulihan usaha peternakan masyarakat terdampak bencana di Sumatera melalui penguatan layanan reproduksi ternak. Langkah ini diarahkan untuk menjaga keberlanjutan populasi, memulihkan kapasitas produksi, dan membantu peternak kembali menjalankan usahanya secara bertahap.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Optimalisasi Reproduksi dalam rangka rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera Tahun Anggaran 2026, khususnya di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Percepatan program dibahas dalam koordinasi dan evaluasi antara Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementan dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara di Medan, Senin (31/8/2026).

Ketua Tim Kerja Perbibitan dan Produksi Sapi dan Kerbau Potong Ditjen PKH, Gunawan Sitanggang, mengatakan pemulihan populasi ternak perlu dilakukan secara menyeluruh dan tidak berhenti pada pemulihan jumlah ternak, tetapi juga memastikan sistem produksi dapat kembali berjalan.

“Pasca bencana, pemulihan populasi ternak tidak cukup hanya dengan bantuan ternak, tetapi juga harus memastikan fungsi reproduksinya kembali berjalan. Melalui optimalisasi reproduksi, kita berupaya menjaga keberlanjutan populasi sekaligus mempercepat pemulihan produktivitas ternak masyarakat terdampak,” ujar Gunawan.

Untuk mendukung langkah tersebut, Kementan menyiapkan dukungan kegiatan Optimalisasi Reproduksi berupa semen beku, kontainer, sarana Inseminasi Buatan (IB), serta peningkatan kapasitas petugas IB.

Dukungan tersebut diarahkan untuk memperkuat kembali pelayanan reproduksi di wilayah terdampak sekaligus meningkatkan kesiapan sumber daya manusia yang menjalankan layanan di lapangan.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk memastikan kebutuhan di lapangan dapat diidentifikasi dan diusulkan sesuai kondisi wilayah.

Plh. Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara, Harry Setiawan, mengatakan pemerintah daerah siap mendukung percepatan pelaksanaan program.

“Kami siap memperkuat koordinasi dengan kabupaten dan kota terdampak agar kebutuhan di lapangan dapat segera diidentifikasi dan diusulkan. Percepatan layanan reproduksi sangat penting untuk menjaga populasi ternak dan membantu peternak kembali menjalankan usahanya setelah bencana,” ungkap Harry.

Selain dukungan layanan reproduksi, penguatan pelaporan pelayanan IB menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Data pelayanan diperlukan untuk memantau perkembangan kegiatan secara terukur sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam menentukan tindak lanjut di wilayah terdampak.

Melalui koordinasi pemerintah pusat dan daerah, Kementan mendorong pemulihan subsektor peternakan pascabencana agar tidak hanya menjawab kebutuhan jangka pendek, tetapi juga mengembalikan kemampuan produksi dan sumber penghidupan masyarakat.

Optimalisasi reproduksi menjadi salah satu instrumen pemulihan untuk menjaga keberlanjutan populasi ternak yang masih tersedia, meningkatkan produktivitas, dan membantu peternak membangun kembali usaha peternakannya secara bertahap.

Pemulihan peternakan berarti memulihkan sumber penghidupan masyarakat sekaligus menjaga ketersediaan pangan asal ternak. Karena itu, Kementan bersama pemerintah daerah terus memperkuat layanan reproduksi dan dukungan teknis agar usaha peternakan di wilayah terdampak dapat kembali tumbuh dan menjadi bagian dari pemulihan ekonomi masyarakat.

Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional 

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img