Kado Kemerdekaan, 33,24 Juta Penerima Dapat Bantuan Beras 30 Kg

Bantuan pangan beras yang disalurkan pemerintah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat berpenghasilan tidak tetap. Bagi keluarga pekerja harian lepas dan buruh bangunan, bantuan beras menjadi salah satu penopang kebutuhan pangan sehari-hari sekaligus membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga.

Hal tersebut dirasakan Halifah, warga Kelurahan Lidah Kulon, Surabaya. Untuk pertama kalinya, ia menerima bantuan pangan beras dari pemerintah. Sebagai pekerja harian lepas, Halifah mengaku sangat terbantu karena penghasilan yang diterimanya tidak selalu tetap.

“Alhamdulillah membantu. Kita kan kalangan menengah ke bawah, ini sangat membantu kami. Soalnya kita juga pekerja harian lepas, jadi tidak tentu gajinya. Kalau dapat beras ini membantu untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Halifah seusai menerima banpang beras, di kantor Kelurahan Lidah Kulon, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (12/8/2026).

Halifah juga menyampaikan apresiasinya kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Terima kasih untuk Bapak Presiden Prabowo yang sudah membantu kami orang kecil. Terima kasih atas bantuannya semua. Semoga lancar selalu dan bantuan ini bisa terus tersampaikan ke orang-orang bawah seperti kita,” tuturnya.

Manfaat serupa dirasakan warga Kelurahan Lidah Kulon lainnya, Darwati. Ia mengaku senang menerima bantuan pangan beras karena dapat membantu memenuhi kebutuhan makan sehari-hari keluarganya.

“Terima kasih Pak Presiden atas semua bantuannya. Saya senang banget dapat bantuan ini. Ini untuk membantu saya makan sehari-hari,” kata Darwati.

Ia menuturkan, kondisi ekonomi keluarganya cukup bergantung pada penghasilan suaminya yang bekerja sebagai kuli bangunan. Karena itu, bantuan pangan beras menjadi dukungan yang berarti bagi keluarganya.

“Namanya juga susah karena bapaknya kan kuli bangunan. Makanya kalau ada bantuan ini sangat senang sekali,” ujarnya.

Bagi masyarakat dengan pendapatan yang relatif tidak menentu, dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan pangan ini dapat memberikan ruang bagi keluarga untuk mengalokasikan penghasilan yang dimiliki untuk kebutuhan rumah tangga lainnya.

Banpang beras yang disalurkan bersamaan dengan momentum jelang Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia ini merupakan kado kemerdekaan bagi masyarakat. Sebanyak 33,24 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP) yang tersebar di seluruh provinsi akan mendapatkan 30 kg beras yang merupakan alokasi untuk 3 bulan sekaligus (Juli, Agustus, dan September 2026). Adapun total banpang beras yang disalurkan mencapai 997,2 ribu ton. Beras tersebut merupakan stok beras pemerintah yang ada di Bulog yang mencapai 5,2 juta ton.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, dengan stok beras yang sangat kuat ini, pemerintah leluasa melakukan intervensi stabilisasi pangan, salah satunya dengan menggelontorkan banpang beras untuk masyarakat berpendapatan rendah.

“Penyaluran bantuan pangan ini karena memang stok beras kita melimpah dan sangat cukup, saat ini sudah mencapai 5,2 juta ton ada di Bulog. Selain itu, bantuan ini juga merupakan bentuk kepedulian Bapak Presiden kepada rakyat Indonesia.” kata Kepala Bapanas Amran yang juga Menteri Pertanian.

Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional 

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img