Komisi IV DPR RI menegaskan pentingnya penguatan layanan karantina sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan komoditas pertanian sekaligus meningkatkan daya saing ekspor Indonesia. Penguatan kapasitas laboratorium dinilai menjadi investasi strategis agar Indonesia semakin siap memenuhi standar perdagangan internasional dan memberikan pelayanan yang lebih cepat kepada masyarakat.
Saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik ke Kantor Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jumat (17/7/2026), Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari, mengapresiasi dedikasi petugas karantina yang memberikan pelayanan selama 24 jam untuk mendukung kelancaran lalu lintas komoditas ekspor maupun impor.
“Kami melihat semangat dan dedikasi petugas Karantina Banten yang memberikan pelayanan selama 24 jam untuk melayani kebutuhan sertifikasi ekspor maupun impor komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan,” ujar Abdul Kharis.
Menurut Abdul Kharis, tantangan ke depan bukan hanya menjaga kualitas pelayanan, tetapi juga memastikan laboratorium karantina memiliki fasilitas yang mampu mengikuti perkembangan teknologi dan memenuhi persyaratan negara tujuan ekspor. Karena itu, Komisi IV DPR RI berkomitmen mendorong penguatan laboratorium di berbagai titik strategis.
“Komisi IV DPR RI mendorong Badan Karantina Indonesia untuk menyusun perencanaan pengembangan laboratorium secara matang. Kami akan membawa kebutuhan ini dalam pembahasan bersama pemerintah agar fasilitas laboratorium di titik-titik strategis perbatasan dan ekspor dapat semakin memadai. Dengan penguatan laboratorium, kualitas layanan kepada masyarakat akan meningkat, daya saing ekspor nasional semakin kuat, dan pada akhirnya juga akan berdampak pada peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP),” lanjutnya.
Ia menambahkan, penguatan laboratorium akan meningkatkan kemandirian Indonesia sehingga pelaku usaha tidak lagi bergantung pada laboratorium di luar negeri untuk memperoleh sertifikasi tertentu.
“Kami berharap Indonesia memiliki kapasitas laboratorium yang semakin lengkap sehingga pelaku usaha tidak perlu lagi melakukan pengujian atau memperoleh sertifikasi tertentu di negara lain. Penguatan infrastruktur laboratorium merupakan investasi penting untuk mendukung kelancaran ekspor dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Kharis menjelaskan bahwa sebagian fasilitas laboratorium sebenarnya telah tersedia. Namun, perkembangan teknologi yang sangat cepat menuntut pembaruan peralatan secara bertahap melalui perencanaan dan penganggaran yang matang agar tepat sasaran serta tetap menjaga akuntabilitas pengelolaan keuangan negara. Prioritas pengadaan, menurutnya, perlu difokuskan pada fasilitas yang memiliki tingkat pemanfaatan tinggi dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi IV DPR RI didampingi oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, bersama Sekretaris Utama Badan Karantina Indonesia, Shahandra Hanitiyo. Rombongan meninjau berbagai fasilitas layanan karantina hewan, ikan, dan tumbuhan, laboratorium pengujian, serta sarana pendukung pemeriksaan dan penerbitan sertifikat kesehatan yang menjadi bagian penting dalam kelancaran lalu lintas komoditas domestik maupun internasional.
Bagi Kementerian Pertanian, penguatan layanan karantina merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem kesehatan hewan nasional. Upaya menjaga kesehatan ternak di tingkat hulu, menjamin keamanan produk asal hewan, dan mendukung kelancaran perdagangan akan semakin efektif melalui sinergi yang kuat antara Kementerian Pertanian dan Badan Karantina Indonesia.
Kolaborasi tersebut diharapkan semakin memperkuat kepercayaan pasar internasional terhadap produk peternakan Indonesia, membuka akses pasar yang lebih luas, serta mendorong pertumbuhan ekspor yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional dan kesejahteraan peternak.
Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News































