Harga Bawang Putih Kating Naik, Bapanas Pastikan Stok di Pasar Induk Kramat Jati Tetap Aman

Guna mengatasi Indeks Perkembangan Harga (IPH) bawang putih yang dilaporkan Badan Pusat Statistik (BPS) masih mengalami peningkatan sepanjang Juli 2026 ini, pemerintah memantau kondisi harga di tingkat pedagang grosir. Pasokan bawang putih di Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ) Jakarta masih cukup aman.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Dinas KPKP) Provinsi DKI Jakarta dan Perumda Pasar Jaya menjumpai harga bawang putih jenis honan cukup stabil. Namun, jenis bawang putih kating yang lebih digemari masyarakat memerlukan pasokan yang lebih intensif.

“Harga bawang putih memang trennya agak sedikit naik. Kami tanya langsung ke pedagang bawang putih, disini memang ada 2 kategori, kalau bicara bawang putih honan relatif stabil. Kemudian yang kating memang relatif agak tinggi,” terang Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa saat visitasi ke PIKJ, Jakarta pada Kamis (23/7/2026).

Adapun level harga bawang putih jenis honan di PIKJ terpantau mulai mengalami penurunan dari Rp 23.000 per kilogram (kg) menjadi Rp 22.500 per kg. Sementara untuk bawang putih jenis kating yang lebih digemari masyarakat perlu ada penambahan stok ke pasar tingkat distributor pertama seperti PIKJ.

“Memang pasokan kating kemungkinan dari luar negeri agak sedikit. Di samping itu, di Jakarta jenis kating sangat digemari oleh masyarakat. Melihat kondisi ini, kami akan kembali rapat dengan para importir (untuk) meminta dan memantau sekaligus meneliti posisi harga sebenarnya kating ini seperti apa,” kata Ketut.

“Tatkala pasokan kating bisa ditambah, harapan harganya bisa stabil, menurun. Dengan posisi PIKJ yang stoknya relatif stabil, mudah-mudahan ke depan, harga bisa kita kendalikan dengan baik. Ini karena PIKJ distribusinya tidak hanya Jakarta tapi ke berbagai wilayah. Ini tentu menjadi barometer,” tambah dia.

Dengan memastikan stok bawang putih di PIKJ seperti hari ini, dinilai dapat memiliki efek berantai pada wilayah lainnya. Terlebih harga bawang putih untuk wilayah Indonesia Timur sudah mencatatkan fluktuasi harga yang cukup signifikan.

“Tatkala kita bisa mengendalikan para distributor kemudian para grosir, harapan kita harga di beberapa wilayah yang menjadi sebaran bawang putih dari PIKJ ini, relatif bisa kita stabilkan. Kita coba dulu selesaikan yang di sini, nanti akan berdampak di Indonesia Timur juga,” jelas Deputi Bapanas Ketut.

Aksi Bapanas selanjutnya sebagaimana yang diutarakan oleh Deputi Bapanas Ketut adalah melibatkan para importir dan distributor secara aktif. Optimalisasi pasokan dari pengadaan luar negeri yang telah dipegang para pelaku usaha harus juga dapat didistribusikan ke wilayah Indonesia Timur.

“Langkah pertama kami akan mengumpulkan para importir. Langkah kedua tentu dengan distributor. Nah setelah itu dilakukan pendistribusian ke wilayah-wilayah timur, karena tentu juga perlu kita jaga harga disana. Relatif distribusinya masih agak berat dan tentu kita harus carikan solusi,” pungkas Ketut.

Terpisah, Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengutarakan apabila pihaknya mendapati kalangan swasta pemegang kuota impor pangan tidak mematuhi ketentuan harga pemerintah, maka dirinya tidak segan-segan memastikan izin impornya dihentikan. Ini berlaku pula bagi importir bawang putih.

“Jadi sekarang, alhamdulillah, (neraca pangan) kita ini angka-angkanya surplus. Termasuk yang impor, stoknya banyak. Tolong yang impor, jangan permainkan keadaan. Kalau aku dapatkan, anda berakhir menjadi importir. (Saat itu juga) adalah (kesempatan) terakhir anda menjadi importir,” tegas Amran saat di acara Gerakan Pangan Murah Serentak Nasional di Jakarta (13/2/2026).

Menilik data Proyeksi Neraca Pangan Nasional Tahun 2026, kuota impor bawang putih konsumsi yang ditetapkan pemerintah dalam Neraca Komoditas Tahun 2026 adalah sekitar 608,11 ribu ton dan impor bawang putih olahan 67,73 ribu ton. Sementara produksi bawang putih dalam negeri diperkirakan dapat mencapai 39,65 ribu ton dalam bentuk konde.

Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional 

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img