Bimtek Pengawas Pangan Segar 2026 Digelar, Bapanas Perkuat SDM Pengawasan di Daerah

Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus memperkuat sumber daya manusia di daerah dalam mendukung penyelenggaraan pengawasan pangan segar yang efektif dan terstandar. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengawas Keamanan Pangan Segar Tahun 2026 yang diikuti perwakilan dinas urusan pangan tingkat provinsi maupun kabupaten/kota dari berbagai wilayah di Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung selama lima hari di Bogor, Jawa Barat, ini merupakan bagian dari komitmen Bapanas sebagai Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Pusat (OKKPP) dalam memperkuat penyelenggaraan pengawasan keamanan pangan segar secara nasional. Penguatan kapasitas tenaga pengawas dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan implementasi standar keamanan pangan dapat berjalan secara efektif dan konsisten di seluruh daerah.

Untuk mendukung upaya tersebut, Bapanas menggandeng SEAFAST Center Lembaga Riset Internasional Pangan Gizi, Kesehatan dan Halal (LRI-PGKH) IPB dalam penyelenggaraan bimtek. Sebanyak 35 peserta mengikuti rangkaian pembelajaran yang mencakup penguatan regulasi keamanan pangan segar, sanitasi dan higiene pangan, evaluasi penerapan standar keamanan pangan, hingga praktik lapangan penilaian sanitasi higiene dan sampling.

Direktur Perumusan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Bapanas Yusra Egayanti mengatakan, tenaga pengawas yang memiliki kompetensi memadai diperlukan untuk memastikan pangan segar yang beredar memenuhi persyaratan keamanan dan mutu.

“Pengawas pangan di daerah perlu memiliki pemahaman yang sama terhadap standar, regulasi, dan mekanisme pengawasan yang berlaku sehingga pelaksanaan pengawasan di lapangan dapat berjalan lebih efektif dan terukur,” ujar Yusra

Menurutnya, kesamaan pemahaman antara pemerintah pusat dan daerah diperlukan untuk mendukung implementasi kebijakan keamanan pangan secara selaras di seluruh wilayah Indonesia. Melalui peningkatan kompetensi, tenaga pengawas diharapkan mampu menjalankan tugas pengawasan sesuai standar dan perkembangan kebutuhan di lapangan.

“Kami berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama bimtek dapat menjadi bekal bagi peserta dalam melaksanakan tugas pengawasan di daerah masing-masing. Dengan kompetensi yang semakin baik, kualitas pengawasan pangan segar juga akan semakin optimal,” tambahnya.

Sejalan dengan upaya memperkuat kapasitas aparatur pengawas, para peserta menilai materi dan praktik yang diberikan selama bimtek dapat mendukung pelaksanaan pengawasan yang lebih efektif di daerah masing-masing.

“Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan di lapangan dan didukung oleh narasumber yang kompeten di bidangnya. Pengetahuan yang kami peroleh akan kami implementasikan untuk mendukung pengawasan keamanan pangan segar di daerah, sehingga pangan yang beredar dapat semakin terjamin keamanan dan mutunya,” ujar Yesi Perdeawati perwakilan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kota Tanjungpinang

Bapanas terus memperkuat sistem keamanan pangan nasional melalui pengembangan regulasi, standardisasi kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan sarana pendukung pengawasan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem pangan yang mampu menjamin keamanan dan mutu pangan segar sejak sebelum beredar hingga sampai kepada konsumen.

Di bidang pengawasan, Bapanas bersama pemerintah daerah terus memperkuat pengawasan keamanan pangan segar baik sebelum produk beredar maupun setelah berada di pasar. Selama periode 2023–2025, tercatat sebanyak 25.912 sertifikasi dan registrasi pangan segar telah diterbitkan. Pada periode yang sama, pengawasan melalui kegiatan pengambilan sampel dan pengujian telah menjangkau 62.171 sampel pangan segar di berbagai wilayah Indonesia.

Pengawasan juga terus diperluas melalui program Pasar Pangan Segar Aman (PAS AMAN) yang telah dikembangkan di 64 lokasi pasar selama periode 2023–2025 dan bertambah tujuh lokasi baru pada 2026. Upaya tersebut didukung dengan penyediaan mobil laboratorium keliling keamanan pangan yang memungkinkan pengujian cepat dilakukan langsung di lokasi peredaran pangan, sehingga pengawasan dapat berjalan lebih efektif.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, Bapanas berharap pelaksanaan pengawasan pangan segar dapat semakin efektif dalam mendukung perlindungan masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap pangan yang beredar. Upaya ini juga menjadi bagian dari strategi mewujudkan sistem pangan nasional yang aman, bermutu, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional 

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img