IHSG Melemah di Awal Perdagangan, Harga Minyak Tinggi dan Ketegangan AS–Iran Jadi Tekanan

IHSG dibuka melemah pada perdagangan Jumat (24/4), tertekan oleh lonjakan harga minyak global dan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka turun tipis 0,53 poin atau 0,01 persen ke level 7.378,07. Sementara itu, Indeks LQ45 terkoreksi 1,51 poin atau 0,10 persen ke posisi 715,75.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menjelaskan bahwa tekanan terhadap IHSG berpotensi berlanjut. “Diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan dan menutup gap down di 7.308, serta menguji level 7.300 ,” ujarnya dalam kajian harian di Jakarta.

- Advertisement -

Ketegangan AS–Iran Picu Lonjakan Harga Minyak

Dari pasar global, meningkatnya tensi antara Amerika Serikat dan Iran menjadi sentimen utama. Meski Presiden AS Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata, aktivitas militer di sekitar Selat Hormuz justru meningkat. Blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan dan garis pantai Iran terus berlangsung, dengan 33 kapal dialihkan sejak operasi dimulai.

Trump bahkan memerintahkan angkatan laut AS untuk menembak kapal apa pun yang memasang ranjau di perairan strategis tersebut. Situasi ini menambah keraguan terhadap kelanjutan perundingan damai yang tengah diupayakan mediator dari Pakistan, Turki, dan Mesir.

- Advertisement -

Ketegangan berlarut-larut menyebabkan harga minyak global tetap tinggi. Pada perdagangan Jumat pagi pukul 09.42 WIB, minyak Brent tercatat di level 105,93 dolar AS per barel, sementara WTI berada di 96,57 dolar AS per barel.

Rupiah Melemah, Kekhawatiran Inflasi Menguat

Dari dalam negeri, tekanan bertambah setelah Rupiah sempat menyentuh level Rp17.300 per dolar AS pada Kamis (23/04), menjadi posisi terlemah sepanjang sejarah dan depresiasi terdalam di kawasan Asia.

“Penutupan Selat Hormuz yang berlarut-larut membuat harga minyak bertahan tinggi dan memicu kekhawatiran inflasi serta potensi pelebaran defisit anggaran,” ujar Ratna.

Meski demikian, ia menilai kinerja kuartalan emiten big caps yang mayoritas positif masih mampu menahan koreksi IHSG agar tidak lebih dalam.

- Advertisement -

Bursa Global Bergerak Variatif

Pada perdagangan sebelumnya, bursa Eropa cenderung melemah, kecuali indeks CAC yang menguat. Euro Stoxx 50 turun 0,32 persen, FTSE 100 melemah 0,16 persen, dan DAX kompak terkoreksi 0,16 persen.

Wall Street juga bergerak negatif pada Kamis (23/04). Nasdaq Composite turun 0,57 persen, S&P 500 turun 0,41 persen, dan Dow Jones terkoreksi 0,36 persen.

Sementara itu, bursa Asia dibuka bervariasi. Nikkei menguat 0,37 persen, sedangkan Hang Seng, Shanghai, dan Strait Times kompak melemah di awal perdagangan Jumat.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img