IHSG dibuka menguat pada perdagangan Kamis (16/4), ditopang sentimen positif global seiring meningkatnya optimisme bahwa konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran segera memasuki tahap akhir. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 39,75 poin atau 0,52% ke posisi 7.663,34 pada pembukaan. Sementara itu, indeks LQ45 turut menguat 0,36% menjadi 762,69.
Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menjelaskan bahwa pasar mulai melakukan price in terhadap skenario de-eskalasi konflik. Hal tersebut tercermin dari rotasi investor kembali ke aset berisiko serta melemahnya dolar AS. Meski begitu, ia menilai risiko geopolitik masih tinggi karena negosiasi belum mencapai kesepakatan final.
“Pasar mulai mem-price in skenario de-eskalasi, tercermin dari rotasi kembali ke aset berisiko dan pelemahan dolar AS, tetapi analis menilai risiko masih tinggi karena negosiasi belum final dan potensi eskalasi tetap terbuka,” ujarnya.
Dari sisi global, sentimen positif datang setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa perang dengan Iran “very close to over”. Peluang tercapainya gencatan senjata permanen sebelum akhir bulan juga disebut cukup besar. Pembicaraan lanjutan diperkirakan akan kembali digelar setelah perundingan awal di Islamabad, Pakistan, tidak menghasilkan kesepakatan final.
Namun Liza mengingatkan bahwa situasi di lapangan masih kompleks. AS disebut meningkatkan tekanan melalui blokade penuh pelabuhan, penghentian perdagangan laut, hingga pencabutan waiver pembelian minyak Iran dan Rusia. Iran pun mengancam akan melakukan balasan dan tetap mempertahankan tekanan di Selat Hormuz. Kondisi ini juga berdampak pada China yang diperkirakan menghentikan impor minyak dari Iran.
Meski lebih dari 20 kapal mulai melintas kembali, volume lalu lintas di Selat Hormuz disebut masih jauh dari kondisi normal. Menurut Liza, mekanisme pasar tetap konsisten: oil shock mendorong inflasi, mempertahankan suku bunga tinggi, memperkuat dolar AS dan yield, serta menekan aset non-yield seperti emas.
Dari dalam negeri, Bank Indonesia melaporkan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia per Februari 2026 mencapai 437,9 miliar dolar AS. Angka ini tumbuh 2,5% (yoy), terutama ditopang sektor publik. ULN Pemerintah berada pada level 215,9 miliar dolar AS, sedikit melambat akibat penurunan posisi surat utang. Sementara itu, ULN swasta tercatat turun 0,7% (yoy) menjadi 193,7 miliar dolar AS.
Di pasar global, bursa Eropa pada perdagangan Rabu (15/04) bergerak variatif. Euro Stoxx 50 melemah 0,73%, FTSE 100 turun 0,47%, CAC France melemah 0,64%, sementara DAX Jerman naik tipis 0,09%.
Wall Street juga mencatat pergerakan campuran. Nasdaq Composite menguat 1,59% ke 24.016,02, S&P 500 naik 0,80% ke 7.022,95, sedangkan Dow Jones terkoreksi 0,15% ke 48.463,72.
Untuk kawasan Asia, mayoritas bursa dibuka menguat. Indeks Nikkei naik 2,40%, Hang Seng menguat 1,07%, Shanghai Composite tumbuh 0,47%, sementara Strait Times sedikit melemah 0,25%.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

































