Brantas Abipraya Perkuat Strategi ESG, TJSL Jadi Pilar Utama Bisnis Berkelanjutan

PT Brantas Abipraya menegaskan komitmennya dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebagai bagian integral dari strategi bisnis berkelanjutan. Melalui pendekatan berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG), perusahaan konstruksi milik negara ini terus mendorong penciptaan nilai jangka panjang sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.

Corporate Secretary Brantas Abipraya, Dian Sovana, menegaskan bahwa TJSL bukan sekadar aktivitas filantropi, melainkan telah menjadi bagian dari strategi korporasi untuk memastikan keberlanjutan usaha.

- Advertisement -

“TJSL merupakan tanggung jawab perusahaan atas dampak keputusan dan aktivitas bisnis terhadap masyarakat dan lingkungan, yang dilaksanakan secara transparan dan etis,” ujar Dian dalam presentasi daring di hadapan Dewan Juri Top CSR Awards 2026 (15/4/2026).

Menurutnya, implementasi TJSL menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Dalam kesempatan tersebut, Dian didampingi oleh VP TJSL Brantas Abipraya, Madroy, bersama tim TJSL lainnya.

- Advertisement -

Secara strategis, implementasi TJSL Brantas Abipraya berfokus pada tiga pilar utama, yakni sosial, lingkungan, serta ekonomi dan tata kelola. Pada pilar sosial, perusahaan mengembangkan program Abipraya Pintar yang mencakup pemberian beasiswa, pelatihan, hingga sertifikasi tenaga kerja konstruksi.

Program ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia sekaligus menjawab kebutuhan industri terhadap tenaga kerja terampil. Data internal menunjukkan adanya peningkatan signifikan jumlah peserta sertifikasi, dari 135 peserta pada 2021 menjadi ratusan peserta setiap tahun hingga 2024. Dampaknya, produktivitas tenaga kerja meningkat, peluang kerja semakin luas, serta nilai manfaat sosial (Social Return on Investment/SROI) turut mengalami kenaikan.

Di sektor lingkungan, Brantas Abipraya mengedepankan berbagai inisiatif berbasis ekonomi sirkular dan konservasi. Salah satu program unggulan adalah Abipraya Cermat, yang mengelola limbah plastik dan kain menjadi produk bernilai ekonomis. Program ini tidak hanya berkontribusi dalam pengurangan sampah, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Selain itu, perusahaan juga menjalankan program penanaman pohon, pengelolaan limbah konstruksi, serta penyediaan akses air bersih dan sanitasi melalui program Abipraya Sehat. Program ini dinilai mampu meningkatkan akses masyarakat terhadap fasilitas sanitasi layak, sekaligus menekan risiko penyakit berbasis lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup.

- Advertisement -

Pada aspek ekonomi, Brantas Abipraya mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan koperasi (UMK) melalui program UMK Naik Kelas. Program ini mencakup pelatihan manajemen usaha, peningkatan kualitas produk, hingga fasilitasi akses pembiayaan. Hasilnya, sejumlah UMK binaan berhasil meningkatkan omzet, memperluas pasar, serta meningkatkan daya saing secara berkelanjutan.

Dari sisi tata kelola, perusahaan memastikan seluruh implementasi TJSL berjalan dalam kerangka Good Corporate Governance (GCG) serta mengacu pada standar internasional seperti ISO 37001. Pengawasan dilakukan secara aktif oleh Direksi dan Dewan Komisaris melalui komite khusus TJSL serta penerapan prosedur operasional yang ketat.

“Peran manajemen sangat penting dalam memastikan program TJSL selaras dengan strategi bisnis. Kami tidak hanya fokus pada dampak sosial, tetapi juga bagaimana program tersebut dapat menciptakan efisiensi, inovasi, dan reputasi positif bagi perusahaan,” jelas Dian.

Lebih lanjut, Brantas Abipraya juga mengintegrasikan prinsip triple bottom linepeople, planet, profit—dalam setiap kebijakan dan program. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan tidak hanya mengejar pertumbuhan finansial, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sejalan dengan agenda pembangunan nasional dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), perusahaan menargetkan berbagai capaian hingga 2029, termasuk peningkatan kualitas SDM, pengurangan dampak lingkungan, serta penguatan ekonomi lokal. Seluruh program juga dikaitkan dengan indikator pembangunan nasional guna memastikan kontribusi yang terukur.

Ke depan, Brantas Abipraya akan terus memperkuat integrasi TJSL dalam model bisnis melalui digitalisasi sistem, kolaborasi multipihak, serta inovasi program berbasis kebutuhan masyarakat. Dengan langkah tersebut, perusahaan optimistis dapat menjaga keberlanjutan usaha sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi dan sosial di Indonesia.

Artikel ini sudah tayang di topbusiness.id

Cek Artikel & Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img