Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus berkomitmen untuk senantiasa menjaga ketahanan dan keamanan sistem teknologi dan informasi nya. Terkini, LPS menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan kembali menjalin kerja sama dalam bentuk Penandatanganan Nota Kesepahaman (NK).
“Penandatanganan NK hari ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga ketahanan dan keamanan siber, khususnya dalam mendukung stabilitas sistem keuangan nasional,” ujar Direktur Eksekutif Teknologi dan Informasi LPS Monang Siringoringo di Jakarta, Selasa (10/3).
Selanjutnya, Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik BSSN Letjen. TNI Drs. Nugroho Sulistyo Budi mengatakan, perjanjian ini adalah perpanjangan dari perjanjian sebelumnya yang telah terjalin antara LPS – BSSN .
“Keamanan siber adalah fondasi dalam menjaga kepercayaan publik, dengan perjanjian kerja sama ini kami berharap dapat memperkuat kemampuan LPS dalam melindungi data dan informasi yang sangat penting, terutama dalam mendukung tugas LPS dalam menjamin simpanan nasabah bank,” jelasnya.
Adapun, sebelumnya LPS telah bekerja sama secara apik dengan BSSN, diantaranya, Kerja sama perlindungan informasi dan transaksi elektronik (2021), kerja sama LPS BSSN dalam memastikan ketahanan dan keamanan siber aplikasi Core System LPS untuk Perbankan (2022).
Ke depan, LPS berencana untuk lebih memperkuat kerja sama dengan BSSN, terutama terkait dengan pengamanan core system baru untuk mendukung pelaksanaan Program Penjaminan Polis (PPP). Kemudian juga terkait dengan penguatan arsitektur keamanan siber, integrasi mekanisme monitoring dan respon insiden, pemanfaatan sertifikat elektronik dan layanan sandi, pengembangan SDM dan budaya keamanan siber, serta Partisipasi dalam ekosistem ketahanan siber nasional.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

































