Kamis, Februari 12, 2026
spot_img

Seri FR0109 Jadi Primadona, Pemerintah Raih Dana Besar di Lelang SUN

Pemerintah berhasil menyerap dana sebesar Rp36 triliun melalui lelang sembilan seri Surat Utang Negara (SUN) yang digelar pada 20 Januari 2026. Jumlah tersebut berasal dari total penawaran yang masuk senilai Rp82,90 triliun, mengacu pada keterangan resmi Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan di Jakarta, Rabu (21/1). Meski mencatat nilai penawaran besar, angka tersebut tercatat lebih rendah dibanding lelang sebelumnya pada 6 Januari 2026 yang mencapai Rp90,96 triliun.

Dalam lelang kali ini, seri FR0109 (pembukaan kembali) menjadi penyumbang serapan terbesar, yakni Rp7,7 triliun dari total penawaran Rp15,39 triliun. Seri ini mencatat imbal hasil rata-rata tertimbang (weighted average yield) sebesar 5,71840 persen, dengan jatuh tempo pada 15 Maret 2031.

- Advertisement -

Serapan terbesar berikutnya berasal dari seri FR0108 (pembukaan kembali) dengan dana Rp6,5 triliun, setelah menerima penawaran Rp14,63 triliun. Seri ini menawarkan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,31997 persen dan jatuh tempo 15 April 2036.

Pemerintah juga menyerap Rp5 triliun dari seri SPN12270107 (pembukaan kembali) yang mencatat penawaran Rp14,48 triliun. Seri tersebut menawarkan imbal hasil rata-rata tertimbang 4,65000 persen dan jatuh tempo 7 Januari 2027.

- Advertisement -

Seri FR0107 (pembukaan kembali) turut memberikan kontribusi dengan serapan Rp4,15 triliun dari penawaran Rp5,84 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang seri ini mencapai 6,58990 persen, dengan jatuh tempo 15 Agustus 2045.

Dua seri lainnya, yakni SPN12260423 (pembukaan kembali) dan FR0105 (pembukaan kembali), masing-masing diserap sebesar Rp3 triliun. SPN12260423 menerima penawaran Rp10,96 triliun dengan imbal hasil 4,35000 persen dan jatuh tempo 23 April 2026, sementara FR0105 mendapat penawaran Rp4,47 triliun dengan imbal hasil 6,78989 persen dan jatuh tempo 15 Juli 2064.

Untuk seri FR0102 (pembukaan kembali), pemerintah menyerap Rp2,6 triliun dari penawaran Rp4,95 triliun. Seri ini mencatat imbal hasil rata-rata tertimbang 6,72981 persen dan jatuh tempo 15 Juli 2054.

Seri FR0106 (pembukaan kembali) juga mencatat serapan dana sebesar Rp2,05 triliun, dengan penawaran yang masuk mencapai Rp6 triliun. Imbal hasil yang dimenangkan sebesar 6,48992 persen dengan jatuh tempo 15 Agustus 2040.

- Advertisement -

Terakhir, pemerintah menyerap dana sebesar Rp2 triliun dari seri SPN01260221 (penerbitan baru) yang menerima penawaran masuk Rp6,18 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 4,30000 persen dengan jatuh tempo 21 Februari 2026.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img