Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka perdagangan awal pekan dengan penguatan di tengah meningkatnya tensi geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela. Pada Senin (5/1) pagi, IHSG dibuka naik 30,60 poin atau 0,35 persen ke level 8.778,73. Sementara itu, indeks LQ45 turut menguat 2,08 poin atau 0,24 persen ke posisi 854,08.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menjelaskan bahwa pergerakan IHSG hari ini masih berpotensi tertekan oleh sentimen global, terutama jika investor asing melakukan aksi jual.
“IHSG berpotensi terimbas sentimen negatif jika terjadi tekanan jual dari investor asing. Namun jika terjadi kenaikan harga minyak mentah dan emas, diperkirakan akan mendorong kenaikan harga saham sektor energi dan komoditas terkait,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta.
Dari sisi global, pelaku pasar mencermati situasi yang memanas setelah AS menyerang Venezuela dan menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya. Keduanya akan didakwa di New York terkait dugaan terorisme dan narkoba.
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Washington akan mengendalikan Venezuela sampai proses transisi kekuasaan berlangsung, serta membuka peluang bagi perusahaan AS untuk masuk dan memperbaiki infrastruktur minyak negara tersebut.
Menurut Ratna, eskalasi politik global ini dikhawatirkan membuat investor menghindari aset berisiko dan beralih ke instrumen safe haven seperti dolar AS dan emas. “Pasar juga akan menunggu rilis data penting dari AS, mulai dari sektor tenaga kerja, manufaktur, hingga Michigan Consumer Confidence,” tambahnya.
Sentimen Domestik: Inflasi hingga Cadangan Devisa
Dari dalam negeri, pelaku pasar menunggu rilis sejumlah indikator ekonomi yang akan dirilis sepanjang pekan, seperti inflasi, neraca perdagangan, cadangan devisa, dan consumer confidence. Data-data tersebut diperkirakan menjadi penentu arah pasar dalam jangka pendek.
Bursa Global Bergerak Variatif
Pada perdagangan Jumat (02/01), bursa Eropa kompak menguat. Euro Stoxx 50 naik 0,93 persen, FTSE 100 Inggris menguat 0,20 persen, DAX Jerman naik 0,20 persen, dan CAC Prancis menguat 0,56 persen.
Sebaliknya, bursa AS ditutup variatif. Dow Jones melemah 0,66 persen ke 48.382,39, sementara S&P 500 naik tipis 0,19 persen ke 6.858,47. Indeks Nasdaq terkoreksi 0,403 persen ke 23.253,63.
Di Asia, bursa regional dibuka menguat. Indeks Nikkei melonjak 1.374,02 poin atau 2,73 persen ke 51.704,00. Indeks Shanghai naik 0,68 persen, Hang Seng menguat 0,08 persen, dan Strait Times meningkat 0,51 persen.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

































