Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menghadiri kegiatan akad massal KPR Sejahtera BCA bersama Vista Land Group yang diselenggarakan oleh Bank Central Asia di Perumahan Puri Harmoni Indah, Serang, Selasa (28/4).
Pada kegiatan tersebut, dilakukan akad kredit bagi total 51 unit rumah yang tersebar di tiga lokasi, yakni Perumahan Puri Harmoni Indah Serang, Perumahan Grand Harmoni Indah Cileungsi Bogor, serta Puri Harmoni Cikasungka Tangerang. Program ini menjadi salah satu upaya nyata dalam memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk yang memiliki penghasilan non tetap.
Menteri PKP mengapresiasi langkah BCA yang dinilai telah berkontribusi langsung dalam mendukung program penyediaan perumahan bagi masyarakat.
“Kami mengapresiasi inisiatif BCA yang turut membantu masyarakat berpenghasilan rendah melalui skema pembiayaan yang terjangkau. Ini menjadi contoh nyata keterlibatan sektor swasta dalam mendukung program perumahan nasional,” ujar Menteri Ara.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri PKP juga menekankan pentingnya lokasi hunian yang terjangkau dan dekat dengan fasilitas umum seperti sekolah, rumah sakit, tempat ibadah, dan pusat aktivitas ekonomi.
Direktur Utama BCA Hendra Lembong menyampaikan bahwa program KPR Sejahtera merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program perumahan nasional.
“Kami mendukung program pembangunan tiga juta rumah dengan menyediakan subsidi di bidang perumahan menggunakan dana BCA. Skema yang digunakan serupa dengan KPR Subisidi FLPP yang dijalankan BP Tapera, yakni bunga 5 persen dan uang muka 1 persen,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kerja sama dengan pengembang Vista Land Group yang dinilai mampu menghadirkan hunian dengan kualitas baik dan layak huni bagi masyarakat.
Direktur Vista Land Group Esther Kristiany Hadi menyampaikan bahwa pihaknya telah membangun sekitar 5.000 unit rumah dan terus berkomitmen mendukung program perumahan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
Sejumlah penerima manfaat juga menyampaikan pengalaman mereka dalam mengakses program ini. Syahria, seorang pedagang warung, mengaku bersyukur dapat memiliki rumah sendiri melalui program KPR Sejahtera.
Sebelumnya, ia tinggal bersama orang tuanya bersama kedua anaknya yang masih berusia 13 dan 8 tahun. Kini, ia dapat menempati rumah yang lebih layak dan nyaman untuk keluarganya.
“Saya sangat bersyukur bisa punya rumah sendiri. Prosesnya mudah, walaupun saya tidak punya penghasilan tetap. Rumahnya juga nyaman dan bagus,” ujar Syahria.
Hal serupa disampaikan Rifky, seorang pelaku usaha odong-odong. Ia mengetahui program ini dari keluarganya dan awalnya tidak menyangka bisa mengajukan KPR tanpa slip gaji.
“Awalnya saya ragu, tapi setelah tanya ke marketing ternyata bisa walaupun tidak punya slip gaji. Prosesnya juga mudah. Saya senang sekali akhirnya bisa punya rumah sendiri, apalagi cicilannya masih terjangkau,” ungkapnya.
Rifky menambahkan bahwa dengan cicilan sekitar Rp1,3 juta per bulan selama 15 tahun, ia kini memiliki kepastian tempat tinggal bagi keluarganya.
“Terima kasih kepada Presiden dan BCA yang sudah membantu kami masyarakat kecil untuk punya rumah impian,” tambahnya.
Menteri Ara menegaskan bahwa kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden, bahwa negara harus hadir untuk seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang memiliki penghasilan tidak tetap.
“Inilah yang menjadi arahan Presiden, bahwa kepemilikan rumah tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat dengan gaji tetap. Masyarakat dengan penghasilan non fixed income, seperti pelaku UMKM dan pekerja sektor informal, juga harus difasilitasi agar dapat memiliki rumah melalui skema pembiayaan yang inklusif,” tegasnya.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari pemerintah daerah setempat yang mengapresiasi sinergi antara pemerintah, perbankan, dan pengembang dalam menyediakan hunian layak bagi masyarakat.
Melalui kolaborasi ini, pemerintah optimistis akses pembiayaan perumahan akan semakin inklusif, sehingga masyarakat dari berbagai latar belakang termasuk sektor informal, memiliki kesempatan yang sama untuk memiliki hunian layak.
Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

































