Kamis, Februari 12, 2026
spot_img

IHSG Dibuka Menguat di Tengah Konflik AS–Venezuela, Pasar Tetap Optimistis

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Selasa dengan penguatan seiring pelaku pasar menilai konflik geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela tidak memberi dampak signifikan terhadap sentimen global.

IHSG dibuka naik 25,42 poin atau 0,29 persen ke level 8.884,62, sementara indeks LQ45 menguat 1,66 poin atau 0,19 persen ke posisi 861,44.

- Advertisement -

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, mengatakan secara teknikal IHSG berpotensi melanjutkan penguatan terbatas.

“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance 8.730- 8.920,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Selasa (6/1).

- Advertisement -

Sentimen Global: Konflik AS–Venezuela Diabaikan, Harga Minyak Stabil

Nico menilai pelaku pasar global cenderung tidak memedulikan memanasnya hubungan AS dan Venezuela. Optimisme pemulihan ekonomi membuat reaksi pasar relatif stabil.

Ia juga mencatat bahwa harga minyak tetap terkendali meski tensi geopolitik meningkat, karena cadangan minyak global masih terjaga. Sebaliknya, harga emas naik signifikan, sehingga saham-saham berbasis emas dinilai perlu mendapat perhatian.

Sentimen Domestik: Insentif PPN DTP Dilanjutkan pada 2026

Dari dalam negeri, pemerintah memastikan melanjutkan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk rumah tapak dan rumah susun pada tahun 2026, sebagaimana diatur dalam PMK No. 90 Tahun 2025 yang berlaku mulai 1 Januari 2026.

Insentif diberikan berupa 100 persen PPN DTP untuk rumah baru atau siap huni dengan harga maksimal Rp5 miliar, khusus untuk bagian harga hingga Rp2 miliar. Fasilitas ini berlaku untuk penyerahan pertama dari pengembang dan harus disertai AJB atau PPJB lunas serta berita acara serah terima.

- Advertisement -

Pemerintah menilai kebijakan ini penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, meningkatkan daya beli, dan mendorong sektor properti.

Pada saat yang sama, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan surplus neraca perdagangan sebesar 2,66 miliar dolar AS, sementara inflasi Desember 2025 tercatat 0,64 persen (mtm) dan 2,92 persen (yoy).

Bursa Global Kompak Menguat

Penguatan IHSG turut didukung oleh sentimen positif dari pasar saham global. Pada perdagangan Senin (5/1), bursa Eropa ditutup kompak menguat:

  • Euro Stoxx 50: +1,30%

  • FTSE 100 Inggris: +0,54%

  • DAX Jerman: +1,34%

  • CAC 40 Prancis: +0,20%

Sementara itu, Wall Street juga mencatat penguatan:

  • S&P 500: +0,64% ke 6.902,09

  • Dow Jones Industrial Average: +1,23% ke 48.977,49

  • Nasdaq: +0,77% ke 25.401,32

Pada bursa Asia pagi ini, sejumlah indeks utama dibuka menghijau:

  • Nikkei: +0,69%

  • Shanghai: +0,85%

  • Hang Seng: +1,45%

  • Straits Times: +0,86%

Dengan kombinasi sentimen global dan domestik, pasar menilai ruang penguatan IHSG masih terbuka meski dalam batas terbatas.

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img