Perumnas Dorong Hunian Vertikal Subsidi untuk MBR di Tengah Kota

Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perum Perumnas) terus mempertegas komitmennya dalam mendukung percepatan program revitalisasi kawasan hunian dan pengembangan hunian vertikal subsidi di wilayah perkotaan, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Penegasan ini disampaikan Plt Direktur Utama Perumnas, Tambok Setyawati, yang menyoroti pentingnya menghadirkan hunian layak dan terjangkau di tengah kota, seperti yang telah direalisasikan melalui proyek Rusun Klender dan Alonia Kemayoran.

- Advertisement -

“Revitalisasi kawasan dan pengembangan hunian vertikal subsidi seperti Klender dan Alonia Kemayoran bukan hanya soal membangun fisik hunian highrise, tetapi juga menciptakan ekosistem hunian yang lebih manusiawi, produktif, dan relevan dengan kebutuhan generasi muda kota,” ujar Tambok dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (26/7).

Menurut Tambok, Perumnas siap menjalin kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah hingga lembaga keuangan, demi memperluas cakupan program subsidi perumahan untuk MBR. Salah satu contohnya adalah proyek Alonia Kemayoran, yang dibangun melalui kerja sama dengan Pusat Pengelolaan Kompleks Kemayoran (PPKK) untuk mengembangkan hunian vertikal subsidi bagi MBR.

- Advertisement -

Perumnas menegaskan bahwa pengembangan hunian vertikal subsidi menjadi strategi utama untuk menciptakan kota yang inklusif, efisien, dan berkelanjutan. Model ini dinilai menjadi solusi ideal dalam menghadirkan hunian layak di tengah keterbatasan lahan perkotaan.

“Kami percaya bahwa akses terhadap hunian yang layak dan terjangkau di pusat kota adalah hak semua warga,” kata Tambok.

Sejalan dengan upaya tersebut, pengamat infrastruktur dan tata kota Yayat Supriatna menilai bahwa revitalisasi rumah susun merupakan solusi paling realistis untuk kota-kota besar seperti Jakarta agar lebih tertata dan layak huni.

Menurut Yayat, konsep ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto, yang menyoroti keberhasilan Singapura dalam pengembangan hunian vertikal sebagai model inspiratif.

- Advertisement -

Selain menata kawasan, Yayat menilai program revitalisasi dan pengembangan hunian subsidi vertikal efektif menekan backlog perumahan dan mendukung target pemerintah menyediakan satu juta rumah perkotaan.

Ia menekankan pembangunan rumah susun menjadi langkah paling masuk akal untuk memenuhi kebutuhan hunian di kota besar yang lahannya terbatas.

“Solusi mengatasi backlog untuk kawasan perkotaan yang paling realistis adalah membangun rumah susun,” kata Yayat seperti dilansir dari ANTARA.

Lebih lanjut, Yayat menilai bahwa program revitalisasi rusun perlu difokuskan pada generasi produktif berusia 25–40 tahun, seperti generasi Z dan milenial. Ia menilai generasi ini lebih adaptif terhadap pola hunian vertikal dibandingkan generasi yang lebih tua, yang umumnya masih terikat pada kebiasaan tinggal di rumah tapak.

Menurutnya, transformasi ini bukan hanya merevitalisasi fisik rumah susun semata, tetapi juga menata ulang budaya masyarakat perkotaan.

Yayat menilai perubahan pola pikir dan gaya hidup warga menjadi kunci agar Jakarta mampu bertransformasi menjadi kota kelas dunia.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img