Dalam rangka menjaga stabilitas harga saham di pasar dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk., atau Mitratel, mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai maksimal mencapai Rp1 triliun. Aksi korporasi ini disampaikan secara resmi melalui siaran pers perusahaan di Jakarta pada Rabu (23/7).
Sebagai anak usaha dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk., Mitratel akan meminta persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan digelar pada 26 Agustus 2025.
Manajemen Mitratel menyebutkan bahwa rencana tersebut bertujuan menjaga stabilitas harga saham dan mengoptimalkan penggunaan kas yang dimiliki guna meningkatkan imbal hasil bagi pemegang saham. Perseroan memandang perlu adanya fleksibilitas yang memungkinkan perseroan memiliki mekanisme untuk menjaga stabilitas harga saham perseroan untuk mendukung tingkat harga saham yang mencerminkan kinerja.
Rencana buyback saham Mitratel ini diperkirakan akan dilakukan dalam jangka waktu paling lama 12 bulan setelah disetujuinya rencana tersebut dalam RUPSLB. Jumlah saham yang akan dibeli kembali diperkirakan mencapai 4,12% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perusahaan.
Total dana yang dialokasikan untuk aksi buyback ini sebesar Rp1 triliun, di luar biaya transaksi dan komisi. Meski nilainya signifikan, manajemen menegaskan bahwa langkah ini tidak akan berdampak negatif secara material terhadap operasional maupun arus kas perusahaan. Mitratel disebut memiliki posisi keuangan yang kuat dengan kas internal yang memadai untuk mendukung rencana ini.
Berdasarkan proforma laporan keuangan per 31 Desember 2024, setelah aksi buyback, total aset perseroan akan menurun dari Rp58,14 triliun menjadi Rp57,14 triliun. Sementara itu, total ekuitas juga turun dari Rp33,39 triliun menjadi Rp32,39 triliun. Meski demikian, laba bersih diproyeksikan tetap di angka Rp2,1 triliun, bahkan laba per saham (earnings per share/EPS) diperkirakan naik dari Rp25,85 menjadi Rp26,37.
Performa keuangan Mitratel di kuartal I/2025 menunjukkan tren positif. Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp526,3 miliar, meningkat 1,02% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp520,9 miliar. Di sisi pendapatan, MTEL berhasil membukukan total Rp2,26 triliun atau naik 1,42% dari Rp2,23 triliun pada kuartal I/2024. Pendapatan dari MTEL ini dikontribusikan oleh PT Telekomunikasi Selular atau Telkomsel sebesar Rp1,2 triliun. Pendapatan ini setara 53% dari total pendapatan MTEL.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News































