Bank Nagari secara resmi memperkenalkan rebranding Laku Pandai dengan nama baru, Agen Bank Nagari Link, pada Senin (24/2) di Bagindo Aziz Chan Youth Center Padang.
Acara peluncuran dihadiri oleh jajaran direksi dan komisaris Bank Nagari, Gubernur Sumatera Barat yang diwakili oleh Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumbar, Kuartini Deti Putri, Kepala Kantor OJK Provinsi Sumbar Roni Nazra, serta Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumbar, Dandy Indarto Seno.
Turut hadir perwakilan dari Pemerintah Kota Padang, Dinas Koperasi UKM Provinsi Sumbar, Dinas PMD Sumbar, Dinas Pariwisata Kota Padang, serta para pimpinan divisi dan cabang Bank Nagari, termasuk agen-agen Laku Pandai.
Baca Juga: Bank Nagari Gandeng PT USSI, Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah di Sektor Pendidikan
Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari berbagai institusi, seperti Fajri Adrianto MM dari Unand, Adith dari OJK, Satrio Budiarto dari BI, Riko dari internal Bank Nagari, serta Eka Mariyanti dari Unidha.
Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra, menyampaikan bahwa sebagai Bank Pembangunan Daerah, Bank Nagari akan menginjak usia ke-63 pada 12 Maret 2025. Bank ini dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat serta pemerintah kabupaten dan kota se-Sumatera Barat, menjadikannya sebagai bank milik pemerintah daerah yang menjamin keamanan dana nasabah.
Gusti Candra menegaskan komitmen Bank Nagari dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui program inklusi keuangan. Sebagai agen pembangunan daerah, Bank Nagari berperan dalam menstabilkan perekonomian lokal dengan menyediakan likuiditas bagi pelaku usaha, serta memperluas akses layanan perbankan hingga ke pelosok daerah.
Saat ini, Bank Nagari memiliki 1.223 jaringan layanan, termasuk kantor fisik, layanan bergerak, ATM, CRM, EDC, serta tiga kantor cabang di Jakarta, Pekanbaru, dan Bandung.
Program Laku Pandai, yang merupakan inisiatif Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bertujuan menyediakan layanan keuangan tanpa kantor melalui kerja sama dengan agen bank. Program ini dirancang untuk menjangkau masyarakat yang belum memiliki akses ke layanan perbankan formal.
Dalam mengikuti perkembangan industri, Bank Nagari melakukan rebranding layanan Laku Pandai dari Lapau Nagari menjadi Agen Bank Nagari Link untuk memperkuat citra dan daya saing. Dengan identitas baru ini, diharapkan layanan Bank Nagari semakin dikenal dan dipercaya oleh masyarakat.
Sejak memperoleh izin dari OJK pada 20 Maret 2020 dan meluncurkan layanan ini pada 14 Maret 2020, Bank Nagari telah memiliki 3.329 agen yang tersebar di seluruh Sumbar. Hingga 2024, tercatat 330.550 transaksi dengan nilai mencapai Rp 538,19 miliar.
Perubahan nama dan logo ini juga membawa peningkatan fitur layanan, seperti tarik tunai, setor tunai, pembukaan rekening BSA, transfer, pembayaran tagihan, pembelian, hingga transaksi uang kuliah.
Sebagai bentuk apresiasi, Bank Nagari memberikan penghargaan kepada agen terbaik, termasuk reward berupa perjalanan ke luar negeri, guna memotivasi peningkatan transaksi dan memperluas jangkauan layanan.
Gusti Candra berharap, “Dengan rebranding ini, masyarakat semakin mudah mengakses produk dan layanan Bank Nagari melalui agen-agen Bank Nagari Link yang tersebar di seluruh Sumbar. Dengan begitu, kebutuhan transaksi keuangan masyarakat dapat terpenuhi dengan cepat dan efisien.”
Deputi Kepala Perwakilan BI Sumbar, Dandy Indarto Seno, menyatakan, “Rebranding ini menjadi langkah strategis dalam memperluas akses layanan keuangan, terutama di wilayah yang belum terjangkau perbankan konvensional. BI selalu mendukung inisiatif yang mendorong inklusi keuangan dan memperluas akses transaksi digital.”
Kepala OJK Sumbar, Roni Nazra, menambahkan, “Ini adalah komitmen nyata Bank Nagari dalam memudahkan akses layanan keuangan, terutama bagi masyarakat di daerah pelosok.”
Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumbar, Kuartini Deti Putri, mengucapkan selamat atas peluncuran Agen Bank Nagari Link. Ia berharap inovasi ini mampu memperluas layanan perbankan kepada masyarakat dan mendukung program pemerintah.
“Bank Nagari perlu terus mengembangkan potensi dan daya saing agar menjadi pilihan utama masyarakat Sumbar, sekaligus siap menghadapi tantangan di era digitalisasi dengan tetap mempertahankan eksistensinya di tengah persaingan industri perbankan,” tambahnya.
Deti menekankan pentingnya akselerasi transformasi digital agar Bank Nagari dapat dengan cepat beradaptasi dengan perubahan ekosistem keuangan digital yang semakin berkembang.
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News

































