PT Bank Ina Perdana Tbk (Bank Ina) kini resmi berstatus sebagai Bank Kustodian setelah memperoleh izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui surat keputusan tertanggal 15 November 2024.
Dengan status ini, Bank Ina dapat menyediakan layanan kustodian bagi nasabah institusi maupun individual, baik lokal maupun internasional.
Direktur Utama Bank Ina, Henry Koenaifi, menyampaikan bahwa layanan ini dirancang untuk mendukung perkembangan industri pasar modal serta memberikan kontribusi bagi sektor perbankan.
Saat ini, Bank Ina menjadi bank ke-28 dari 106 bank umum di Indonesia yang memiliki layanan kustodian. “Kami juga menjadi satu-satunya bank KBMI 1 yang aktif menawarkan layanan Bank Kustodian di Indonesia,” ujar Henry dalam keterangannya pada Selasa (11/2).
Ia menambahkan bahwa pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan bisnis Bank Ina untuk terus berkembang secara berkelanjutan, akuntabel, dan berkontribusi bagi kemajuan pasar modal nasional. Bank Ina juga berkomitmen untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan demi memenuhi kebutuhan para pemangku kepentingan serta mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Samsul Hidayat, berharap kehadiran Bank Ina sebagai pemegang rekening KSEI yang menyediakan layanan kustodian dapat meningkatkan kualitas layanan dan infrastruktur pasar modal.
Sebagai bentuk kesiapan dalam operasional layanan kustodian, Bank Ina telah menjadi Pemegang Rekening Efek (BINA) di KSEI sejak 10 Desember 2024. Bank Ina juga secara resmi menjadi anggota Dana Perlindungan Pemodal (DPP) yang dikelola oleh Securities Investor Protection Fund Indonesia (SIPF Indonesia).
Senada dengan hal tersebut, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa PT Bursa Efek Indonesia, Irvan Susandy, menyatakan harapannya agar layanan kustodian Bank Ina menjadi pilihan utama investor serta memberikan keamanan dan kepastian dalam berinvestasi.
“Semoga layanan ini dapat memberikan nilai tambah bagi Bank Ina sebagai lembaga keuangan yang terpercaya dan berdaya saing tinggi,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News

































