Asuransi MSIG Siap Implementasikan PSAK 117/IFRS 17 di Tahun 2025

PT Asuransi MSIG Indonesia menyambut baik penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 117/IFRS 17 yang akan berlaku di Indonesia mulai 1 Januari 2025. Direktur Keuangan Asuransi MSIG Indonesia, Nurul Hayati, menyatakan bahwa perusahaan telah mengambil langkah-langkah komprehensif untuk memastikan transisi yang lancar dan siap melaksanakan implementasi IFRS 17 secara efektif.

Menurut Nurul, kesiapan sistem inti (core system) dan sistem aktuaria menjadi faktor krusial dalam implementasi IFRS 17. IFRS 17 membutuhkan tingkat granularitas yang tinggi. “Jika sistem yang ada sudah mendukung, biaya implementasi mungkin tidak signifikan. Namun, jika belum, investasi yang besar diperlukan untuk menyajikan laporan keuangan sesuai standar baru ini,” jelasnya.

- Advertisement -

Mengenai potensi koreksi kinerja pendapatan dan laba bersih perusahaan akibat penerapan IFRS 17, Nurul menjelaskan bahwa ada perubahan signifikan, seperti penghitungan risiko pemburukan (risk adjustment) atas liabilitas kontrak asuransi dan pengakuan langsung atas kerugian kontrak yang merugi (onerous contract).

Baca Juga: MSIG Indonesia Perkuat Loyalitas Nasabah dengan Inovasi Digital

“Sementara, hal ini tidak dipersyaratkan dalam PSAK 104 yang digunakan sebelumnya, sehingga berpotensi menurunkan laba perusahaan. Dampak dari perubahan ini dapat menurunkan laba perusahaan, sehingga meskipun di sisi lain ada pengaturan deferral untuk biaya atribusi langsung yang justru dapat meningkatkan laba.”

- Advertisement -

Nurul menambahkan bahwa dampak implementasi IFRS 17 dapat bervariasi antar perusahaan. Namun secara umum, penerapannya akan meningkatkan transparansi dan memungkinkan perbandingan laporan keuangan yang lebih adil antar perusahaan asuransi. Hal ini dinilai akan sangat bermanfaat bagi para pemangku kepentingan.

Secara keseluruhan, meskipun IFRS 17 membawa keuntungan bagi nasabah dan meningkatkan transparansi industri, perusahaan asuransi perlu mengelola dampaknya dengan hati-hati untuk memastikan stabilitas keuangan dan menjaga kelangsungan bisnis.

Hal ini akan terlihat pada laporan kinerja kuartal I/2025, yang akan dilaporkan pada 31 Maret 2025. Nantinya akan terlihat seberapa besar dampaknya terhadap ekuitas setiap perusahaan.

Asuransi MSIG Indonesia juga menyebutkan berbagai tantangan dalam mempersiapkan implementasi IFRS 17, mulai dari pengaturan waktu yang tepat hingga persiapan yang matang. “Pengaturan waktu yang tidak mendadak dan perencanaan yang matang menjadi kunci keberhasilan implementasi standar ini,” pungkas Nurul.

- Advertisement -

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img