Saham Jeju Air Anjlok Setelah Kecelakaan Pesawat, 179 Orang Tewas

Saham maskapai penerbangan Korea Selatan, Jeju Air, mengalami penurunan tajam setelah tragedi kecelakaan pesawat Boeing 737-800 yang menewaskan 179 orang.

Pada Senin (30/12/2024), saham Jeju Air tercatat anjlok 10,6% pada pukul 00.19 waktu setempat, setelah sebelumnya sempat turun hingga 15,7% menjadi 6.920 won di awal sesi.

Korea Selatan sedang berkabung setelah tragedi ini, yang mengguncang dunia penerbangan. Penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan pihak berwenang, namun dampaknya terhadap pasar saham Jeju Air cukup signifikan.

Kecelakaan tersebut terjadi pada Minggu pagi, 29 Desember 2024, di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan. Pesawat Jeju Air yang membawa 181 orang, termasuk enam kru kabin, tergelincir keluar dari landasan pacu saat mendarat tanpa roda. Pesawat kemudian menabrak tembok beton dan meledak, menyebabkan kerusakan parah pada badan pesawat yang dilalap api.

Kecelakaan ini menjadi peringatan bagi dunia penerbangan tentang pentingnya keselamatan dalam setiap operasi penerbangan, terutama dalam situasi darurat. Sebagai tindak lanjut, banyak pihak yang berharap pihak berwenang segera mengungkap hasil penyelidikan yang lebih mendalam terkait insiden ini.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img