InfoEkonomi.ID – Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) sedang menguji solusi untuk mengatasi masalah kabel semrawut dengan konsep Tiang Bersama. Ketua Umum Apjatel, Jerry Mangasas, mengungkapkan bahwa mock-up Tiang Bersama telah diluncurkan di Cisauk.
Konsep ini diharapkan bisa diterapkan secara nasional mulai kuartal II-2024, terutama di daerah penyangga. Sementara untuk kota-kota besar, rencananya akan menggunakan kabel tanam untuk menata jaringan kabel lebih rapi.
Saat ini, belasan tiang kabel terlihat memenuhi jalanan di beberapa area. Jerry berharap, dengan Tiang Bersama, jumlah tiang yang bisa mencapai 12 hingga 15 di satu lokasi dapat disatukan menjadi satu tiang saja. “Jadi tidak mengganggu utilisasi dan membuat tata kota lebih rapi,” kata Jerry, Jumat (27/9) dikutip dari cnbcindonesia.com.
Selain di jalan raya, konsep ini juga berpotensi diterapkan di komplek perumahan agar lingkungan terlihat lebih tertata. Saat ini, Apjatel tengah memproses hak paten untuk Tiang Bersama di Kementerian Hukum dan HAM, serta berdiskusi dengan pemerintah, termasuk Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).
Tiang Bersama memiliki tiga konsep utama, yaitu tipe A, B, dan C, yang dibedakan berdasarkan desain tiang, mulai dari satu angle, dua layer, hingga bentuk spiral. “Intinya, kami ingin mengurangi jumlah tiang semrawut di perkotaan,” tambah Jerry.
Meskipun target penerapannya belum dipastikan, Jerry menyatakan bahwa proyek ini membutuhkan persetujuan dari pemerintah daerah/kota, serta biaya dan energi yang besar. “Kami masih harus mencapai kesepakatan dengan Pemda dan Pemkot di seluruh Indonesia,” jelasnya.
































