InfoEkonomi.ID – PT Pembiayaan Digital Indonesia, yang dikenal dengan merek dagang AdaKami, telah mengumumkan pencapaian signifikan dalam penyaluran pendanaan melalui platform fintech peer to peer (P2P) lending mereka.
Hingga tanggal 29 April 2024, total pendanaan yang disalurkan mencapai angka Rp4,66 triliun, yang telah memberikan manfaat kepada lebih dari 4,22 juta nasabah di seluruh Indonesia.
Brand Manager AdaKami, menyampaikan bahwa mayoritas pendanaan saat ini masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, hal ini sejalan dengan padatnya penduduk di wilayah tersebut.
Meskipun demikian, ia menekankan bahwa AdaKami telah merambah dan tersedia ke seluruh penjuru Indonesia, memberikan akses kepada masyarakat di berbagai daerah. Namun, dia bilang semua keputusan penggunaan layanan AdaKami sepenuhnya ada di tangan masyarakat.
Jonathan menyebut penyebab lainnya, masyarakat di Pulau Jawa juga lebih terpapar pemahaman soal fintech P2P lending dibandingkan Luar Jawa.
“Mungkin kalau di daerah, ketika kami melakukan penetrasi, tidak semua masyarakat aware adanya fintech lending,” katanya yang dilansir dari Kontan.co.id.
Selain itu, Jonathan bilang kalau masyarakat di luar Pulau Jawa ada yang lebih memilih memakai opsi layanan pinjaman lain selain fintech lain. Dia bilang saat ini layanan lainnya lebih populer dibanding fintech lending bagi masyarakat Luar Jawa, sedangkan fintech lending lebih populer di Pulau Jawa, khususnya di kota besar.
Jonathan menyampaikan saat ini pihaknya fokus menggenjot dari sisi edukasi terlebih dahulu di daerah Luar Jawa, dibandingkan dari sisi penyaluran. Sebab, masyarakat harus mengetahui mekanisme dalam meminjam di fintech lending.
Sementara itu, Jonathan menyebut sampai saat ini usia 19-35 tahun masih menjadi salah satu peminjam terbesar di AdaKami. Sebab, mereka masuk dalam kategori usia produktif dan sudah memiliki penghasilan sendiri.
“Mereka juga lebih sering menggunakan handphone sehingga pengetahuan tentang AdaKami lebih baik dibanding yang usia mature,” ujar Jonathan.
Sebagai informasi, berdasarkan situs resmi perusahaan, TKB90 AdaKami pada 29 April 2024 tercatat berada di angka 99,96%.
PT Pembiayaan Digital Indonesia, yang dikenal dengan merek dagang AdaKami, telah mengumumkan pencapaian signifikan dalam penyaluran pendanaan melalui platform fintech peer to peer (P2P) lending mereka.
Hingga tanggal 29 April 2024, total pendanaan yang disalurkan mencapai angka Rp4,66 triliun, yang telah memberikan manfaat kepada lebih dari 4,22 juta nasabah di seluruh Indonesia.
Brand Manager AdaKami, menyampaikan bahwa mayoritas pendanaan saat ini masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, hal ini sejalan dengan padatnya penduduk di wilayah tersebut.
Meskipun demikian, ia menekankan bahwa AdaKami telah merambah dan tersedia ke seluruh penjuru Indonesia, memberikan akses kepada masyarakat di berbagai daerah. Namun, dia bilang semua keputusan penggunaan layanan AdaKami sepenuhnya ada di tangan masyarakat.
Jonathan menyebut penyebab lainnya, masyarakat di Pulau Jawa juga lebih terpapar pemahaman soal fintech P2P lending dibandingkan Luar Jawa.
“Mungkin kalau di daerah, ketika kami melakukan penetrasi, tidak semua masyarakat aware adanya fintech lending,” katanya.
Selain itu, Jonathan bilang kalau masyarakat di luar Pulau Jawa ada yang lebih memilih memakai opsi layanan pinjaman lain selain fintech lain. Dia bilang saat ini layanan lainnya lebih populer dibanding fintech lending bagi masyarakat Luar Jawa, sedangkan fintech lending lebih populer di Pulau Jawa, khususnya di kota besar.
Jonathan menyampaikan saat ini pihaknya fokus menggenjot dari sisi edukasi terlebih dahulu di daerah Luar Jawa, dibandingkan dari sisi penyaluran. Sebab, masyarakat harus mengetahui mekanisme dalam meminjam di fintech lending.
Sementara itu, Jonathan menyebut sampai saat ini usia 19-35 tahun masih menjadi salah satu peminjam terbesar di AdaKami. Sebab, mereka masuk dalam kategori usia produktif dan sudah memiliki penghasilan sendiri.
“Mereka juga lebih sering menggunakan handphone sehingga pengetahuan tentang AdaKami lebih baik dibanding yang usia mature,” ujar Jonathan.
Sebagai informasi, berdasarkan situs resmi perusahaan, TKB90 AdaKami pada 29 April 2024 tercatat berada di angka 99,96%.
































