InfoEkonomi.ID – PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) menargetkan pertumbuhan sektor pembiayaan di 2024 mencapai 29% dibandingkan tahun 2023. Anak usaha BRI ini telah menyiapkan sejumlah strategi untuk memenuhi target tersebut.
Direktur Operasional dan Sekretaris Perusahaan BRI Finance Willy Halim Sugiardi menyampaikan di tahun ini pihaknya masih melanjutkan strategi yang sudah dilancarkan di tahun lalu.
Strategi tersebut, antara lain tetap fokus pada pertumbuhan bisnis segmen konsumer. Di mana BRI Finance memproyeksikan pertumbuhan untuk fasilitas dana tunai dan mobil bekas.
“Kedua segmen itu diharapkan dapat berkontribusi memberikan angka yield yang tinggi terhadap perusahaan, sehingga dapat mendongkrak pertumbuhan pendapatan,” katanya yang dilansir dari Kontan.co.id
Sebelumnya BRI Finance berhasil mencatatkan pertumbuhan penyaluran (total disbursement) di penghujung tahun 2023. Maka dari itu di 2024 entitas anak PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk ini optimis mengejar pertumbuhan positif.
Willy mengungkapkan total disbursement BRI Finance di bulan Desember 2023 tumbuh sebesar 8% year on year (YoY) atau lebih dari Rp 5,5 triliun.
“Pertumbuhan penyaluran pembiayaan BRI Finance ditopang oleh pembiayaan konsumer, dengan komposisi sekitar lebih dari 60% dari total penyaluran pembiayaan di tahun 2023,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Senin (15/1).
Sayangnya, tak disebutkan berapa besar outstanding piutang pembiayaan BRI Finance sepanjang tahun 2023. Namun bila dilihat dari laporan tahun 2022, outstanding piutang pembiayaan perusahaan mencapai Rp 6,71 triliun.

































