InfoEkonomi.ID – Badan Pangan Nasional (Bapanas) buka suara merespon unggahan viral yang menyita perhatian publik terkait harga cabai rawit tembus Rp450.000 per kilogram.
Kepala Badan Pangan Nasional membantah bahwa harga cabai saat ini sampai tembus Rp 450.000 per kilogram (kg). Berdasarkan catatannya harga cabai rawit secara rata-rata nasional Rp 82.810 per kilogram (kg).
Kemudian harga tertinggi Rp148.030 per kilogram (kg) di Kalimantan Utara. Sementara harga terendah ada di Papua Barat Rp58.090 per kg. Untuk rata-rata harga di DKI Jakarta Rp93.520 per kg, Jawa Barat Rp85.240 per kg, Jawa Tengah Rp77.010 per kg dan Jawa Timur Rp77.110 per kg.
“Jadi beritanya tidak benar,” kata Arief dilansir dari detikcom, Senin (18/12/2023).
Arief mengakui memang terjadi kenaikan harga cabai rawit saat ini. Hal tersebut terjadi karena produksi komoditas itu mengalami penurunan, sehingga pasokan kurang.
“Pastinya pasokan berkurang di beberapa tempat seperti Jakarta. Di beberapa daerah seperti Nagekeo NTT, Sulawesi Selatan harganya malah lebih baik. Artinya, produksi cabai didekatkan dengan daerah konsumen akan lebih baik,” terang Arief.
Harga cabai rawit di Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini rata-rata Rp 58.220 per kg, turun 29,69%, Sulawesi Selatan Rp 81.430 per kg naik 8,24%, Sulawesi Tenggara Rp 89,630 per kg naik 8,24% dan Selawesi Barat Rp 89,630 per kg naik 8,24%.
Arief mengatakan saat ini pihaknya dengan Kementerian Pertanian tengah mendorong produksi cabai sebagai langkah memenuhi pasokan, sehingga bisa menurunkan harga. Ia menyarankan agar masyarakat juga bisa menanam cabai di karangan rumah sendiri, jadi tidak terdampak mahalnya harga cabai saat ini.
“Kita semua harus dorong produksinya. Bisa tanaman perkebunan atau tanaman pekarangan. Beberapa daerah kekurangan memang benar, tapi kita semua sudah fasilitasi distribusi dan dorong produksi. Bersama Kementan tentunya untuk produksi,” terang Arief.
Cabai Rawit Merah Rp 450 Ribu di Baubau
Dihubungi terpisah, Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPI) Abdullah Mansuri mengatakan berdasarkan laporan yang didapat memang ada salah satu pasar di Baubau, Sulawesi Tenggara harga cabai rawit tembus Rp 450 ribu per kg. Namun hal itu hanya terjadi sekali.
“Jadi benar, di Baubau itu sempat ada tembus Rp 450.000 tetapi, kasusnya bukan karena harganya segitu,” ujar Mansuri.
Dia menjelaskan kasus harga cabai rawit yang tinggi itu karena saat pedagang membeli pesanan yang pertama, ternyata barangnya rusak ketika datang. Kemudian karena sudah terlanjur dibayar dan tidak bisa dijual, saat membeli barang kedua kalinya, harga cabainya jadi dinaikkan agar kerugian sebelumnya tertutupi.
“Jadi pedagang itu kan beli kan langsung bayar, baru datang barangnya. Kemudian ketika datang itu barangnya rusak, jadi nggak bisa dijual dong. Ketika membeli yang kedua, pedagang jadi menjual dengan harga yang diakumulasikan dengan pembelian pertama, jadi harganya naik,” ujarnya.
Namun, Mansuri memastikan kasus tersebut hanya sekali terjadi. Kemudian harga tidak lagi sampai Rp 450 ribu per kg. Mansuri mencatat harga cabai rawit di Baubau saat ini Rp 250 ribu per kg.
“Tetapi itu hari itu langsung turun ya. Sekarang kisarannya Rp 250 ribu per kg,” pungkasnya.































