InfoEkonomi.ID – PT BNI Life Insurance (BNI Life) membukukan kenaikan jumlah beban asuransi sebesar Rp3,55 triliun atau meningkat sebesar 11% secara year on year (yoy). Adapun peningkatan tersebut didorong oleh beban klaim dan manfaat.
Hal tersebut disampaikan oleh Plt. Direktur Utama BNI Life, Eben Eser Nainggolan. Ia juga menyampaikan pos-pos dari beban asuransi ini di antaranya beban klaim risiko seperti meninggal dunia dan maturity serta kenaikan atau penurunan cadangan.
“Komponen terbesar untuk beban asuransi yaitu klaim dan manfaat. Berdasarkan data year to date (YtD) Agustus 2023, kenaikan beban asuransi didorong oleh klaim dan manfaat sebesar Rp2,76 triliun rupiah mengalami kenaikan 29% YoY,” ujarnya dilansir dari KONTAN, Rabu (27/9).
Eben mengungkapkan, untuk menjaga beban asuransi ke depan BNI Life akan berfokus pada perbaikan dalam mitigasi risiko proses underwriting dan klaim serta manajemen pengeluaran dan biaya secara efisien.
“Semua langkah ini juga akan didukung oleh automasi dan digitalisasi dalam proses operasional perusahaan, serta peningkatan kapabilitas dan produktivitas sumber daya manusia,” ungkapnya.
Untuk diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah beban asuransi pada industri asuransi jiwa mengalami kenaikan sebesar 8,13% YoY menjadi Rp 100,9 triliun per Juli 2023, dibandingkan Juli 2022 senilai Rp93,31 triliun.
































