InfoEkonomi.ID – PT Bank Mandiri (Persero) kembali menegaskan perannya sebagai agen pembangunan dengan menyediakan akses serta memperkenalkan layanan keuangan kepada masyarakat.
Bertepatan dengan Hari Indonesia Menabung 2023, Bank Mandiri turut mengambil bagian dengan melakukan edukasi kepada lebih dari 15.000 pelajar di seluruh Indonesia.
Inisiatif tersebut merupakan wujud dari komitmen Bank Mandiri untuk meningkatkan budaya menabung sejak dini yang mampu menumbuhkan literasi serta inklusi keuangan di kalangan pelajar.
Hal itu disampaikan SVP Retail Deposit Products and Solution Bank Mandiri Evi Dempowati. Ia melanjutkan, upaya ini juga sejalan dengan Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) yang digagas oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Sebab Program KEJAR adalah salah satu bentuk implementasi Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 26 Tahun 2019 tentang Hari Indonesia Menabung, dengan tujuan pelajar di Indonesia memiliki rekening sehingga budaya menabung di Lembaga Jasa Keuangan (LJK) formal bisa dilakukan sejak dini.
Melalui Program KEJAR, tingkat inklusi keuangan diharapkan mencapai 90% pada tahun 2024.
“Budaya menabung bukan hanya menjadi kebiasaan, tapi juga investasi dalam keberlangsungan generasi muda ke depan,” ujar Evi dalam keterangan resminya (16/8).
“Dengan menanamkan budaya ini, kami meyakini hal ini menjadi pintu bagi generasi muda untuk mengelola keuangan dengan lebih bijak dan mewujudkan generasi yang inklusif,” tambahnya.
Sementara itu, lewat serangkaian inisiatif yang telah dijalankan oleh Bank Mandiri, laju perkembangan rekening bagi nasabah atau Simpanan Pelajar (SimPel) pun kian meningkat.
Tercatat, sejak awal 2023 hingga akhir Juli 2023 total kenaikan rekening SimPel di Bank Mandiri telah mencapai 41 ribu rekening.
Dengan pencapaian tersebut, total outstanding rekening SimPel di bank bersandi bursa BMRI ini telah mencapai lebih dari 600 ribu rekening hingga pertengahan Agustus 2023.
































