InfoEkonomi.ID – Sebagai salah satu BUMN sekaligus perusahaan digital telco terbaik di Indonesia, PT Telkom Indonesia (Persero) melalui Amoeba memiliki OCA sebagai startup penyedia omnichannel.
AVP External Communication Telkom, Sabri Rasyid mengungkapkan, Telkom memanfaatkan omnichannel agar jangkauan penyampaian informasi dapat lebih efektif dan efisien.
“Telkom secara konsisten berupaya menumbuh-suburkan talenta digital dengan berbagai program inkubasi startup melalui Amoeba maupun Indigo,” ujar Sabri dalam keterangan tertulisnya kepada InfoEkonomi.ID, Selasa (23/5).
Dirinya mengatakan, omnichannel memudahkan Telkom dalam penyampaian informasi kepada targeted employees serta lebih efektif. Di satu sisi, dengan omnichannel dapat memaksimalkan pesan yang ingin disampaikan kepada konsumen secara konsisten.
Analisis data omnichannel dapat membantu untuk mengetahui di mana dan kapan harus fokus pada saluran tertentu, sehingga konsumen dapat menikmati pengalaman terbaiknya dan meningkatkan brand awareness Telkom terhadap konsumen.
“Kami juga dapat mengetahui informasi apa yang menarik bagi karyawan serta data hasil analisis lainnya guna menjadi dasar penentuan strategi komunikasi yang lebih efektif,” terang Sabri.
Dirinya berpendapat, omnichannel sudah menjadi keharusan dalam aktivitas kehumasan, khususnya digital PR karena memungkinkan perusahaan menjangkau beragam stakeholder sesuai dengan kepentingan yang ingin dicapai serta konten yang spesifik.
“Telkom memiliki komitmen untuk terus berkontribusi mendukung percepatan digitalisasi melalui ragam infrastruktur, produk dan layanan digital mumpuni agar seluruh sektor krusial dapat meningkatkan daya saing kami di era digital ini,” imbuh Sabri.
Apalagi saat ini Indonesia tengah menghadapi revolusi industri 4.0 yang fokus pada otomatisasi serta kolaborasi antara teknologi siber, di mana hal ini berdampak pada transformasi digital yang tak bisa dihindari serta mendorong banyak sektor mempercepat proses digitalisasi mereka demi memastikan kesiapan menghadapi revolusi industri tersebut.
Saat ini dan ke depan nanti, ujar Sabri menambahkan, cara konvensional tidak cukup untuk menjalankan bisnis. Digitalisasi dan otomatisasi menjadi salah satu kunci untuk mengakselerasi proses bisnis dengan mengedepankan efisiensi waktu dan biaya
Cara konvensional tidak cukup untuk menjalankan bisnis. Digitalisasi dan otomatisasi menjadi salah satu kunci untuk mengakselerasi proses bisnis dengan mengedepankan efisiensi waktu dan biaya.
“Ketika tahun lalu orang beramai-ramai membahas Metaverse, maka saat ini orang terkena hype dari teknologi Artificial Intelligent (AI) dan Chat GPT. Untuk itu, perusahaan harus cepat beradaptasi dan bergerak agar mampu selaras dengan segala perubahan untuk menghindari terjadinya disrupsi yang mengancam keberlanjutan perusahaan. Kami memprediksikan hal seperti ini akan semakin kuat hingga dua tahun ke depan,” tutup Sabri.

































