InfoEkonomi.ID – Menara Gedung Danareksa yang dikelola oleh PT PP (Persero) Tbk atau PTPP telah diresmikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir, di Jakarta Pusat, pada Jumat (26/05/2023) lalu.
Peresmian dilakukan secara simbolis melalui prosesi gunting pita dan perang prasasti. Menara Danareksa sendiri merupakan hasil kerja sama PTPP sebagai Investor, Operator sekaligus Kontraktor dengan PT Danareksa sebagai Tuan Tanah .
Kerja sama ini merupakan kegiatan bidang usaha komersial Rental Office & Retail dengan Skema KSU (Kerja Sama Usaha) – BOT ( Build Operate Transfer ) selama masa konsesi 30 tahun (2022-2052). Memiliki total nilai investasi sebesar Rp 824 Miliar dengan profit sharing PTPP 95% dan PT Danareksa 5%.
Menara Danareksa memiliki 22 lantai yang terdiri dari 21 lantai tower dan 1 lantai basement. Menara ini berdiri di atas lahan seluas 9.300 meter per segi dengan Gross Building Area sebesar 55.397 meter per segi dan Semi Gross Area sebesar 36.223 meter per segi.
Dari total 22 lantai, Menara Danareksa menyediakan 17 lantai untuk ruang perkantoran, Retail Area pada lantai Ground dan Upper Ground, serta podium parkir
yang terdiri dari 8 lantai dengan kapasitas maksimal 400 kendaraan.
Selain itu, Menara Danareksa dilengkapi dengan ruang pertemuan yang luas, modern, dan fasilitas yang komprehensif. Gedung ini memiliki Aryanusa Ballroom yang memiliki kapasitas hingga 1.000 orang.
Menara Danareksa juga dilengkapi dengan 7 meeting room dengan kapastitas 15-150 orang. Menara Danareksa yang dikelola dan dikembangkan oleh PTPP ini telah beroperasi secara bertahap sejak bulan Oktober 2022 lalu.
Hingga saat ini, Menara Danareksa telah digunakan untuk sejumlah event besar seperti meeting, wedding, dan hingga intimate concert Judika pada bulan Februari lalu. Year to Date Kontrak tenant mencapai occupancy sebesar 82%, dimana saat ini 62% telah beroperasi dan 20% sedang progress fitting out.
Beberapa tenant kantor yang sudah beroperasi antara lain: Danareksa (Holding Capital, dan Finance), Kominfo, Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Pusat, Kyodo News, PT Ice Messengger Indonesia (Indochat), Kawasan Industri BUMN, dan Kliring Berjangka Indonesia.
Selain kantor, UNPAD Kampus Jakarta juga telah beroperasi di Gedung Menara Danareksa. Tenant Banking yang saat ini sudah beroperasi, seperti Bank Mandiri, Bank Syariah Indonesia, dan dilengkapi dengan ATM Center beberapa bank yang sedang fitting out.
Tenant Food and Beverage yang sudah beroperasi adalah Liberica dan Aroem Manis. Beberapa tenant Food and Beverage lainnya sedang fitting out di food court.
Batik juga telah hadir di Gedung Menara Danareksa dan terus kami tingkatkan dengan adanya thematic events dalam menghadirkan karya pengrajin Indonesia. Ballroom Danareksa saat ini cukup banyak diminati masyarakat, mulai dari konser musik, rapat, hingga pernikahan.
Dengan pencapaian tersebut, unit bisnis Menara Danareksa saat ini berhasil membukukan kinerja keuangan yang positif.
“PTPP merupakan salah satu BUMN Karya yang memiliki salah satu kekuatan, yaitu expertise dalam pembangunan gedung-gedung sejenis.
“Contohnya beberapa kali saya menugaskan PTPP untuk membangun gedung hasilnya seperti ini “bagus”.
“Direktur Utama dan Jajaran Direksi memiliki komitmen yang luar biasa yang selalu saya ingatkan bahwa penugasan itu harus melalui bisnis proses.
“Contohnya adalah gedung ini dimana saya sejak awal mewanti-wanti harus visible karena memang kita memliki cita-cita yang besar bahwa ketika IKN itu akan berdiri tentu aset-aset BUMN juga harus tetap kita tingkatkan value-nya,” ujar Erick Thohir.
Erick Thohir menambahkan bahwa seiring dengan rencana pemindahan Ibukota Negara ke IKN, Jakarta terus berbenah mempersiapkan diri.
Ia memahami kebutuhan Pemerintah DKI Jakarta dalam mempersiapkan kawasan Monas sebagai sebuah City Center baru. Oleh karena itu, Erick memberi dukungan atas pembangunan City Center baru itu dengan meningkatkan nilai dari aset-aset BUMN yang ada di sekitar Monas.
Tiga aset BUMN bernilai tinggi berada di Selatan Monas, yaitu Gedung Kementerian BUMN, Gedung Menara Danareksa, serta BSI Tower yang sedang dalam proses renovasi.
Menteri BUMN juga mengatakan bahwa konsolidasi antar BUMN harus terus ditingkatkan sebagaimana yang tengah dijalankan oleh PTPP dan Danareksa saat ini. Menara Danareksa dikerjakan dengan rapih dan dengan kualitas yang bagus, selain itu kawasan ini juga merupakan aset yang bagus.
“Menara Danareksa merupakan gedung perkantoran Grade A yang didesain dengan modern dan dilengkapi dengan fasilitas yang memadai.
Gedung ini berada di lokasi yang strategis dan berdekatan dengan kawasan Monumen Nasional (“Monas”).
“Kami yakin bisnis ini akan menjadi bisnis yang menguntungkan dan bermanfaat bagi semua pihak.
“Sinergi BUMN ini merupakan wujud nyata kami dalam berkontribusi terhadap Indonesia yang tentunya tidak lepas dari dukungan dan andil yang besar dari Kementerian BUMN sehingga dapat terealisasi sebagai karya nyata dari BUMN untuk Indonesia,” ujar Direktur Utama PTPP, Novel Arsyad.






























