Gelar RUPS 2023, PEPC Kantongi Laba Tahun 2022 Sebesar US$1,17 M

InfoEkonomi.ID – PT Pertamina EP Cepu (PEPC) berhasil menunjukkan kinerja gemilang sepanjang tahun 2022. Tercatat, laba perseroan mencapai US$1,17 miliar atau naik sebesar 38 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Direktur Utama PEPC, Endro Hartanto mengatakan, pihaknya bersyukur dengan adanya pencapaian tersebut. Dia mengakui 2022 bukan tahun yang mudah lantaran masih banyak tantangan yang dihadapi.

“Kami bersyukur meskipun harus melalui tantangan yang tidak mudah dengan perekonomian yang masih terdampak di masa pandemi Covid dan volatilitas harga minyak dunia, kami berhasil membukukan kinerja positif dengan meningkatnya laba tahun berjalan sebesar US$1,17 miliar atau naik 38 persen jika dibandingkan tahun 2021,” ujar Endro, usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Senin (8/5/2023).

Produksi minyak mentah PEPC (share 45 persen) sepanjang 2022 mencapai rata-rata 74.847 MBOPD. Capaian ini lebih tinggi dari Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2022 sebesar 73.011 MBOPD atau 102,51 persen dari target.

Minyak mintah tersebut dihasilkan dari Lapangan Banyu Urip dan Lapangan Kedung Keris. PEPC juga berhasil merealisasikan Proyek Pengembangan Lapangan Unitisasi Gas Jambaran Tiung Biru (JTB) hingga fase produksi gas bumi dan kondensat pada akhir 2022.

Gas produksi PEPC sepanjang 2022 sebesar 84,80 MMSCFD. Produksi ini dihasilkan dari Lapangan Banyu Urip dan Kedung Keris (share 45 persen) serta dari Lapangan JTB (share 95 persen).

“Selain itu di sisi operasi, kami berhasil merealisasikan Proyek JTB untuk memasuki fase produksi dimana proyek ini sangat penting mendukung ketahanan energi negeri di masa transisi menuju energi bersih,” kata Endro.

Endro menjelaskan di tahun 2022, perseroan juga mencatatkkan tambahan cadangan minyak mentah P1 (PI 45 persen) sebesar 54,16 MMBOE atau 111 persen dari RKAP sebesar 48,69 MMBOE.

Sepanjang 2022, kinerja safety perusahaan telah mendapatkan pengakuan dengan mendapatkan penghargaan dari pihak eksternal yakni Patra Nirbhaya Karya Utama Adinugraha I dari Kementrian ESDM dan Penghargaan Program K3 Jam Kerja Selamat dan Gubernur Jawa Timur.

“Keselamatan menjadi prioritas utama dalam kegiatan migas, penghargaan dari pihak eksternal ini menunjukkan komitmen manajemen dan pekerja untuk menjaga safety terutama di fase project JTB,” tambahnya.

RUPS ini dihadiri pula Komisaris Utama PT Pertamina EP Cepu Taufan Hunneman bersama jajaran Komisaris PEPC. Turut hadir dari pemegang saham yaitu Direktur Eksplorasi PT Pertamina Hulu Energi Muharram J dan Direktur PT Pertamina Pedeve Indonesia Rahmi Amini, dilansir dari beritajatim.

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img