InfoEkonomi.ID – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) tahun ini memasang target pertumbuhan bisnis kartu kredit berkisar 35-40% secara year on year (yoy). Target tersebut bahkan sudah melewati realisasi pada saat sebelum terjadi Covid-19.
Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), nilai transaksi kartu kredit industri perbankan per Februari 2023 sebesar Rp 62,43 triliun, tumbuh 38,76% dibandingkan dengan posisi Februari 2022 senilai Rp 44,99 triliun. Dari sisi jumlah transaksinya, BI mencatat terdapat 61,34 juta transaksi kartu kredit dalam dua bulan pertama tahun ini, naik 18,42% (yoy).
Sementara itu, jumlah kartu kredit yang beredar pada Februari 2023 sebanyak 17,29 juta keping. Salah satunya, rebound dari penggunaan pembayaran untuk sektor terkait pariwisata.
VP Credit Card Group Bank Mandiri (BMRI) Noorman Andrianto mengatakan, transaksi kartu kredit per kuartal I-2023 sebesar Rp 14,2 triliun, meningkat 14,52% (yoy). Padahal, sebelum pandemi atau 2019 transaksi kartu kredit hanya senilai Rp 13,8 triliun.
“Sampai akhir tahun ini kartu kredit Bank Mandiri bisa tumbuh sekitar 35-40%, ini sudah lebih tinggi dari 2019,” ungkap Noorman kepada Investor Daily di Jakarta, Rabu (10/5/2023).
Dia menambahkan, hingga posisi April 2023, total transaksi travel Mandiri Kartu Kredit mengalami peningkatan sebesar 132% dan transaksi hotel meningkat lebih dari 50% (yoy). Sementara itu, transaksi luar negeri turut meningkat mencapai 146% (yoy) per akhir April 2023.
“Adapun rasio kredit bermasalah kartu kredit Bank Mandiri saat ini ada di bawah 1%. Karena adanya pandemi, membuat perbankan selektif dan prudent dalam menjalankan bisnis, kami kan punya nasabah dari korporasi, ritel, itu kami pilih dari situ,” jelas Noorman.
Noorman menyebut bahwa sebelum Covid-19 sektor terkait pariwisata berada di nomor kedua setelah e-commerce. Sedangkan pada saat Covid-19, pariwisata anjlok ke posisi kesembilan dan terjun bebas hingga 90%. Namun, saat ini, sektor pariwisata sudah naik ke urutan keempat dan didukung dengan mobilitas masyarakat yang pulih, gesekan kartu kredit dipercaya semakin banyak, dilansir dari investor.

































