InfoEkonomi.ID – PT Wijaya Karya (WIKA) berhasil mencatat pertumbuhan sebesar 20,6% year-on-year (yoy) di tahun 2023. Pertumbuhan tersebut berasal dari penjualan WIKA yang mencapai angka sebesar Rp 21,48 triliun, jika dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp17,81 triliun.
Direktur Utama Wijaya Karya Agung Budi Waskito (Agung BW) menyatakan kontribusi terbesar daripenjualan tersebut berasal dari segmen infrastruktur dan bangunan gedung. Disusul oleh segmen industri, dilanjutkan dengan segmen energi dan industrial plant, juga segmen realti dan properti.
“Capaian ini menunjukkan kinerja operasi WIKA yang sustain dan semakin efisien. Terbukti dari kapasitas produksi (burn rate) WIKA yang berada pada level 39% di 2022, meningkat dibandingkan 2021 yang berada pada level 30,2% dengan margin laba kotor sebesar 10,3% meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 9,5%,” ungkap Direktur Utama Wijaya Karya Agung BW dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/3/2023).
Selain itu, kinerja operasi yang baik dibuktikan dengan keberhasilan WIKA dalam menuntaskan berbagai proyek di Tanah Air. Di antaranya sepanjang 2022 proyek yang berhasil dibangun adalah Bendungan Sukamahi, Jawa Barat, Revitalisasi Dua Terminal VVIP yaitu di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Bali dan Bandar Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta untuk mendukung perhelatan G20.
Tak berhenti sampai di situ, Wijaya Karya juga mengerjakan proyek pemasangan Single Point Mooring (SPM) Pengapon, Jawa Tengah dengan kapasitas 50 ribu DWT untuk meningkatkan ketahanan energi nasional.
Wijaya Karya Tetapkan Langkah Transformasi
Sejalan dengan capaian yang telah ditorehkan pada tahun 2022, WIKA juga menetapkan langkah transformasi yang bertumpu pada sejumlah aspek. Di antaranya project selection yang lebih prudent, penerapan lean construction, penguatan digitalisasi melalui eskalasi kapasitas BIM WIKA yang terintegrasi dengan penggunaan ERP WIKA, dan perkuatan kondisi keuangan Perseroan.
“Dengan bertransformasi WIKA dapat melaksanakan proses bisnis yang lebih efektif dengan tujuan memperoleh hasil yang lebih optimal, baik untuk project owner maupun Perseroan,” pungkas Agung BW, dikutip dari detik.

































