InfoEkonomi.ID – Ekonom muda dari Center of Economic and Laws Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan, sektor perbankan dan financial technology (fintech) harus siap berlari di tahun depan karena adanya ancaman resesi ekonomi global.
“Hal ini disebabkan karena booming komoditas yang pada tahun-tahun sebelumnya menolong ekonomi Indonesia dengan pertumbuhan kredit yang naik di sektor perkebunan dan pertambangan akan mengalami koreksi di 2023,” jelas Bhima Yudhistira dikutip dari wawancara khusus dirinya dengan Info Ekonomi TV, Selasa (06/11).
Direktur CELIOS ini mengatakan, tak hanya sektor perbankan dan fintech saja, dunia usaha harus memperhatikan terjadinya perubahan pola konsumsi masyarakat sekarang ini yang mulai memasuki era Omni channel, di mana masyarakat mengkombinasikan belanjanya secara daring dengan belanja secara tatap muka yang tentunya akan mempengaruhi portofolio kredit.
“Sebagian perusahaan sektor finansial sudah selesai melakukan restrukturisasi pinjaman, tapi dengan adanya perpanjangan restrukturisasi sampai dengan 2023 tentunya mereka harus lebih selektif lagi memberikan saluran pinjaman maupun restrukturisasi tambahan karena kalau tidak hati-hati bisa berisiko terhadap NPL,” terang Bhima.
Untuk mempersiapkan mitigasi risiko ekonomi yang dimungkinkan akan terjadi tahun depan, Bhima menyarankan untuk mempercepat reformasi digital di hampir semua lini karena telah terjadi perubahan di masyarakat yang semakin nyaman dengan digital dan tidak bisa dicegah. Ini berarti layanan keuangan pun harus banyak memanfaatkan digitalisasi.
Tak kalah penting adalah memperkuat sistem keamanan cyber, karena semakin tinggi pola perilaku dalam melakukan transaksi digital maka segi keamanan perlindungan data ini akan menjadi faktor untuk menentukan transaksi digital yang membuat segi keamanan perlindungan data menjadi faktor penting untuk menentukan prioritas nasabah.
“Perbankan dan lembaga keuangan termasuk fintech harus membentuk channeling sebesar-besarnya krena semakin banyak channel pembiayaan dan ekosistem yang terbentuk maka akan semakin bagus performa kreditnya, menurunkan biaya operasional dan bisa bersaing dari kenaikan suku bunga yang akan terjadi tahun depan,” ungkap Bhima.
Lantas bagaimana keseruan informasi selanjutnya dari hasil wawancara dengan Bhima Yudhistira? Yuk, silakan check it out di Info Ekonomi TV https://youtu.be/Ci3nSQiQ3J8 atau sama-sama kita ikuti Webinar Nasional yang diselenggarakan InfoEkonomi.ID pada acara anugerah Top Corporate Finance Award 2022, Rabu 14 Desember 2022.

































