Peringati 100 Tahun Frans Seda, Menkeu Tegaskan Pentingnya Kredibilitas Pengelolaan APBN

Menteri Keuangan (Menkeu), Suahasil Nazara, menegaskan bahwa kredibilitas dan disiplin fiskal dalam mengelola APBN di masa gejolak ekonomi merupakan nilai penting yang diwariskan oleh sosok Frans Seda, Menteri Keuangan yang menjabat pada periode 1966 hingga 1968. Hal tersebut disampaikan Menkeu Suahasil saat menyampaikan keynote speech dalam acara Memorial Lecture Edisi Khusus 100 Tahun Frans Seda yang diselenggarakan di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta, Kamis (01/10).

Menurut Menkeu Suahasil, sosok Frans Seda menunjukkan keteladanan dalam menjaga kepercayaan dan menata keuangan negara dalam periode ketika Indonesia menghadapi tekanan ekonomi yang sangat berat. Salah satu langkah penting yang dilakukan Frans Seda adalah menyesuaikan belanja dengan kemampuan negara dalam menghimpun pendapatan.

“Ini terjadi di Indonesia di tahun-tahun menjelang 64-65 tersebut. Karena itu harus ada keberanian melakukan penertiban belanja, disiplin supaya kredibel. Disiplin dan kredibilitas fiskal memberi ruang bagi APBN menopang ekonomi saat permintaan lemah dan rasionalisasi harga. Ini sesuatu yang tidak mudah dilakukan, tetapi kalau dilakukan dengan the conviction of courage, itu bagus untuk perekonomian. Tidak langsung, tetapi akan menciptakan kredibilitas yang diperlukan,” jelas Menkeu.

Fondasi yang dibangun Frans Seda tidak berhenti pada masa jabatannya. Nilai dan keteladanan tersebut terus relevan melewati berbagai fase perjalanan Indonesia, termasuk ketika menghadapi krisis ekonomi 1998, gejolak global 2008, hingga pandemi Covid-19.

“Pembelajaran dari Bapak Frans Seda adalah ketika terjadi gejolak, ketika terjadi masa yang sulit, maka respons yang luar biasa diperlukan. Harus berani mengambil respons yang luar biasa, namun kepercayaan dan disiplin fiskal harus dijaga dan secepat mungkin dipulihkan,” ujar Menkeu Suahasil.

Di Kementerian Keuangan, warisan Frans Seda juga terus diabadikan, salah satunya melalui penamaan Gedung Frans Seda di Kompleks Kementerian Keuangan, Lapangan Banteng. Menkeu Suahasil menyebut penamaan tersebut menjadi pengingat atas pentingnya integritas dan kredibilitas dalam pengelolaan pembiayaan dan risiko.

“Integritas, kredibilitas itu tidak bisa ditawar dalam kita mengelola ekonomi melalui pengelolaan pembiayaan dan juga risiko,” ungkapnya.

Menkeu Suahasil berharap nilai-nilai yang diwariskan Frans Seda terus dirawat dan diteruskan kepada generasi berikutnya. Menurutnya, tantangan ekonomi dapat terus berubah, begitu pula kebijakan yang dibutuhkan untuk meresponsnya. Namun, kredibilitas dan tanggung jawab fiskal harus tetap menjadi fondasi.

Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional 

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img