Pemerintah memastikan hadir dalam menjawab kebutuhan peternak unggas terhadap pakan dengan harga yang lebih terjangkau. Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan telah dijalankan Perum Bulog sejak Mei atas penugasan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas). Bahkan alokasi SPHP jagung di tahun ini telah naik hingga mendekati 8 kali lipat dibandingkan tahun 2025.
Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebutkan SPHP jagung pakan dilaksanakan karena terdapat anomali dalam sektor perunggasan nasional. Harga di tingkat peternak belum ideal, sementara harga di tingkat konsumen cukup tinggi. Oleh karena itu, pemerintah telah mengimplementasikan beberapa langkah solutif untuk mengatasinya.
“Telur dan ayam juga surplus bahkan ekspor. Nah hanya ada masalah, di tingkat peternak itu harga telur ayam Rp 20.000-21.000, harusnya 26.000 dan 30.000 harusnya. Tetapi juga ironisnya di konsumen Rp 40.000-45.000. Ini di atas harga acuan tertinggi. Ada anomali,” beber Amran di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta pada Senin (26/10/2026).
“Kemudian solusi yang kami lakukan yang jangka pendek kepada peternak, pertama SPHP. SPHP dari Bulog sudah dibagikan yaitu jagung yang diberikan kepada peternak kecil dengan subsidi oleh pemerintah. Ini juga menguntungkan peternak,” tambah Amran.
Sebagai informasi, Bapanas memastikan penugasan SPHP jagung pakan ke Perum Bulog untuk tahun 2026 memiliki target alokasi yang paling tinggi sejak dicanangkan mulai tahun 2023. Untuk tahun 2026, penugasan SPHP jagung pertama sebanyak 241,9 ribu ton dan sudah ditambahkan lagi sebanyak 150 ribu ton, sehingga totalnya menjadi 391,9 ribu ton.
Terhadap SPHP jagung pakan tahun 2025 yang berada di angka 51,2 ribu ton, total alokasi SPHP jagung 2026 telah meningkat mendekati hingga 8 kali lipat. Untuk diketahui, program SPHP jagung pakan mulai dilaksanakan sejak tahun 2023. Realisasinya di 2023 berada di angka 27,6 ribu ton dan di 2024 mencapai 275,5 ribu ton.
Adapun realisasi SPHP jagung pakan tahun 2026 sampai 26 Oktober telah menyentuh 215,4 ribu ton. SPHP jagung pakan ini melibatkan 151 unit koperasi/asosiasi dengan total peternak unggas mencapai 11.646 orang yang tersebar di 29 provinsi.
Bapanas memastikan ketersediaan jagung pakan secara nasional mencukupi. Bapanas memastikan pula tidak ada impor jagung pakan. Terakhir kali Indonesia impor jagung pakan pada tahun 2024.
Di sisi lain, langkah tegas pemerintah bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dilaporkan telah memberikan implikasi positif terhadap perkembangan harga telur ayam dan daging ayam ras. Dugaan praktik middleman akan terus diusut agar keseimbangan harga dapat terwujud.
“Alhamdulillah terima kasih Pak Kabareskrim juga Pak Kapolri, kami sudah bicara. Sudah mulai menindak. Baru diumumkan, harga sudah turun. Jadi harga turun di konsumen. Ini kabar baik,” ungkap Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman.
Dalam pantauan Bapanas terhadap harga telur ayam dan daging ayam ras di tingkat konsumen, rerata harga secara nasional masing-masing berada di 28.414 per kilogram (kg) dan Rp 39.310 per kg. Jika dibandingkan terhadap sebulan sebelum, rerata harga telur ayam telah menurun 1,3 persen dan rerata harga daging ayam ras sudah menurun hingga 4,82 persen.
Senada dengan itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengakui mulai ada penurunan harga yang terjadi setelah pengumuman langkah tegas pemerintah. Anomali yang terjadi memang harus ditindak oleh Polri.
“Nah khusus untuk daging ayam ras, telur ayam ras yang tadinya dua minggu lalu tadi kenaikan, sekarang agak menurun. Kenapa? Kita melihat ada anomali di tingkat produsen, itu harganya rendah, tapi di tingkat konsumen tinggi. Artinya ada middleman, ada middle party disitu, sehingga akhirnya terjadi kenaikan,” beber Tito.
Tentunya ini menjadi stimulus positif karena upaya penindakan pemerintah bersama Polri mulai memberi dampak bagi pasar. Kewajaran harga harus ada mulai dari produsen sampai konsumen.
“Pak Amran cukup keras untuk meminta untuk melakukan penindakan dan sudah bekerjasama dengan Kabareskrim dan sudah disetujui oleh Bapak Kapolri. Kita akan melakukan penertiban, tapi baru keras begitu saja, sudah harganya sudah turun gitu,” pungkas Mendagri Tito.
Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News































