Berawal dari usaha sederhana di depan rumah, perjalanan mengembangkan telur menjadi produk bernilai tambah membawa cerita tersendiri bagi IndoEggs di Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Di balik gurihnya telur asin dan kuning telur bertekstur masir, ada proses panjang tentang keterlibatan keluarga, ketekunan, dan keberanian mengembangkan usaha yang telah dirintis sejak bertahun-tahun lalu.
Perjalanan tersebut mulai dijalani Makhdul Mukhlasin, yang akrab disapa Ukas, sejak 2017. Saat itu, usaha telur milik ayahnya masih sebatas penjualan eceran di depan rumah. Seiring waktu, Ukas memilih untuk fokus membantu usaha keluarga tersebut hingga kini turut memegang pengelolaannya. Dari usaha sederhana itu, ia melihat peluang untuk mengembangkan produk telur agar memiliki jangkauan pasar yang lebih luas.
“Awalnya, usaha ini masih berjualan telur secara eceran di depan rumah bersama ayah. Sejak 2017, saya mulai membantu, kemudian memutuskan untuk fokus mengembangkan usaha ini. Bagi saya, usaha keluarga ini bukan sekadar tentang berjualan telur, tetapi juga tentang bagaimana menjaga apa yang sudah dirintis dan membuatnya terus berkembang,” ujar Ukas saat ditemui di Mauk, Tangerang, Rabu (28/10/2026).
Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengembangkan telur asin menjadi produk dengan beragam pilihan. IndoEggs menghadirkan telur asin konvensional, telur asin panggang, hingga kuning telur asin olahan. Pengembangan tersebut memberi alternatif bagi konsumen sekaligus membuka peluang pemanfaatan telur dalam berbagai kreasi kuliner.
Di balik ragam produk itu, proses pengolahan tetap membutuhkan ketelitian, mulai dari pemilihan bahan baku, kebersihan fasilitas, hingga konsistensi produksi. Kualitas telur dan pengendalian mutu menjadi faktor penting untuk menjaga cita rasa serta tekstur produk. Bagi pelaku usaha, inovasi bukan hanya menghadirkan varian baru, tetapi juga memastikan kualitas tetap terjaga ketika produk menjangkau lebih banyak konsumen.
“Bagi kami, mengembangkan produk harus berjalan beriringan dengan menjaga kualitas. Kami ingin konsumen memiliki lebih banyak pilihan, baik telur asin konvensional maupun produk olahan, tanpa kehilangan cita rasa yang menjadi ciri khasnya. Karena itu, kualitas bahan baku dan konsistensi proses pengolahan selalu menjadi perhatian,” imbuh Ukas.
Upaya tersebut turut memberikan hasil bagi perkembangan usaha. Ukas menyampaikan bahwa omzet usaha saat ini telah mencapai lebih dari Rp200 juta per bulan. Capaian itu menjadi dorongan untuk terus memperkuat pengembangan produk dan memperluas pasar, sekaligus menjaga keberlangsungan usaha yang berawal dari skala sederhana.
Perkembangan tersebut menjadi capaian tersendiri jika dibandingkan dengan kondisi usaha pada masa awal dikelola ayahnya. Kala itu, omzet usaha belum mencapai Rp20 juta per bulan dan pemasaran masih terbatas di wilayah Tangerang. Kini, IndoEggs mampu mencatat dengan pencapaian tertinggi yang pernah mencapai Rp800 juta dalam satu bulan. Pertumbuhan ini mencerminkan perjalanan usaha keluarga yang terus berkembang, dari pasar lokal menuju jangkauan yang lebih luas.
Pengembangan usaha tersebut juga diiringi keinginan Ukas untuk memberdayakan peternak lokal. Baginya, keberlangsungan usaha pengolahan telur tidak dapat dipisahkan dari kondisi peternak sebagai pemasok bahan baku. Dengan membangun keterhubungan antara peternak dan pelaku usaha pengolahan, ia berharap usaha yang berkembang dapat turut membuka peluang ekonomi bagi peternak lokal.
“Dengan memberdayakan peternak lokal, kami ingin menyediakan telur yang segar, bergizi, dan kaya protein bagi setiap keluarga,” ujar Ukas.
Upaya ini sejalan dengan fokus pemerintah dalam mendorong hilirisasi peternakan, yaitu meningkatkan nilai tambah produk melalui pengolahan sekaligus memperluas pemanfaatannya di pasar. Pengolahan telur bebek menjadi telur asin dan berbagai produk turunannya menjadi salah satu contoh bagaimana produk peternakan dapat memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Di sisi lain, keterhubungan dengan peternak lokal menjadi bagian penting agar manfaat pengembangan usaha juga dapat dirasakan di tingkat hulu.
Menurut Ukas, pengembangan usaha juga tidak dapat dilepaskan dari ketersediaan bahan baku. Pasokan telur yang berkualitas, penanganan yang baik, dan proses produksi yang konsisten menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan konsumen. Dengan demikian, pengembangan produk olahan perlu berjalan seiring dengan perhatian terhadap keberlanjutan rantai pasok peternakan.
“Kami berharap usaha ini terus tumbuh dan dapat menjangkau lebih banyak konsumen. Namun, pertumbuhan itu harus disertai komitmen menjaga mutu dan memastikan pasokan bahan baku tetap baik. Bagi kami, kepercayaan konsumen merupakan hal yang penting untuk dipertahankan agar usaha dapat berkembang secara berkelanjutan,” jelas Ukas.
Telur asin sendiri memiliki ruang pengembangan yang luas di tengah beragamnya kebutuhan industri kuliner. Selain menjadi lauk dan pelengkap hidangan, kuning telur asin dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku saus, makanan ringan, hingga produk roti dan pastri. Pengolahan tersebut membuka kesempatan bagi produk peternakan untuk hadir dalam bentuk yang semakin beragam, tanpa harus meninggalkan karakter rasa yang telah dikenal masyarakat.
Perjalanan IndoEggs memperlihatkan bahwa pengembangan usaha tidak selalu dimulai dari langkah besar. Dari penjualan eceran di depan rumah pada 2017 hingga pengembangan berbagai produk telur asin, proses tersebut menunjukkan pentingnya ketekunan, keterlibatan keluarga, dan kemampuan membaca peluang pasar. Di balik produk yang tampak sederhana, ada upaya menjaga usaha tetap berjalan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi produk peternakan.
Pada akhirnya, cerita telur asin bukan hanya tentang rasa gurih yang diwariskan dari tradisi kuliner Indonesia. Cerita ini juga tentang bagaimana usaha keluarga dapat bertumbuh melalui proses yang konsisten, inovasi yang terukur, serta peluang untuk memperkuat peran peternak lokal dalam rantai usaha peternakan. Dari depan rumah hingga pasar yang lebih luas, setiap tahap menjadi bagian dari perjalanan untuk membuat produk peternakan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News































