Pemerintah kembali memperkuat langkah menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan nasional dengan menambah alokasi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 1 juta ton. Perum BULOG memastikan kesiapan penuh menjalankan penugasan tersebut agar pasokan beras semakin kuat dan masyarakat tetap memperoleh beras dengan harga yang terjangkau hingga memasuki awal 2027.
Keputusan penambahan alokasi SPHP tersebut merupakan hasil Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama Menteri Pertanian/ Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman, Wakil Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Perum BULOG, serta kementerian/lembaga terkait di Jakarta, Senin (7/9).
Tambahan 1 juta ton beras SPHP menjadi langkah antisipatif pemerintah dalam memperkuat pasokan di pasar, khususnya memasuki periode akhir tahun ketika pola produksi padi secara musiman cenderung lebih terbatas. Dengan dukungan stok pemerintah yang kuat, intervensi melalui SPHP diharapkan dapat menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan sekaligus melindungi daya beli masyarakat.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, penambahan alokasi SPHP merupakan langkah antisipatif pemerintah untuk menjaga kecukupan pasokan beras serta stabilitas harga di tingkat konsumen, terutama dalam menghadapi dinamika kebutuhan pangan pada periode akhir tahun hingga memasuki awal 2027.
“Pemerintah harus memastikan pasokan beras tetap mencukupi dan harga di masyarakat tetap terjaga. Karena itu, pemerintah memutuskan menambah alokasi beras SPHP sebanyak 1 juta ton. Tambahan ini akan memperkuat pasokan di pasar sekaligus menjadi instrumen pemerintah untuk menjaga stabilitas harga dan keterjangkauan beras bagi masyarakat,” ujar Zulkifli Hasan.
Menurutnya, pemerintah akan terus menjaga keseimbangan antara produksi, ketersediaan stok, dan distribusi sehingga kebutuhan pangan masyarakat dapat dipenuhi secara berkelanjutan.
Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han. menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pertanian/ Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman beserta jajaran yang terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga kesinambungan produksi pangan nasional, termasuk melalui dukungan pompanisasi guna membantu ketersediaan air bagi lahan pertanian agar aktivitas produksi tetap berjalan.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Menteri Pertanian yang terus bekerja menjaga produksi pangan nasional. Salah satu upaya yang dilakukan adalah membantu pengairan sawah melalui pompanisasi sehingga lahan pertanian tetap dapat berproduksi. Upaya menjaga produksi di hulu ini tentu sangat penting dan harus didukung dengan penguatan pasokan di tingkat konsumen,” ujar Ahmad Rizal.
Menurutnya, penambahan alokasi SPHP sebanyak 1 juta ton merupakan dukungan kuat pemerintah kepada BULOG untuk memperluas intervensi pasar sekaligus memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat.
“Dengan tambahan kuota SPHP 1 juta ton yang telah ditetapkan pemerintah, BULOG siap menjalankan penugasan tersebut secara optimal. Kami akan mengerahkan seluruh jaringan dan saluran distribusi yang tersedia agar beras SPHP dapat segera tersalurkan secara luas, pasokan di pasar semakin kuat, dan masyarakat tetap memperoleh beras dengan harga yang terjangkau,” tegas Ahmad Rizal.
Beras SPHP merupakan beras medium yang disalurkan pemerintah melalui BULOG sebagai instrumen stabilisasi pasokan dan harga. Melalui program tersebut, masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga yang terjangkau sesuai ketentuan harga yang berlaku di masing-masing wilayah.
Selain memperkuat penyaluran SPHP, Rakortas juga menyepakati optimalisasi Cadangan Beras Pemerintah (CBP) melalui hilirisasi beras untuk mendukung kebutuhan industri tepung beras sebanyak 380 ribu ton. Pelaksanaannya dilakukan melalui mekanisme lelang di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).
Kebijakan hilirisasi tersebut menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan pemanfaatan stok beras pemerintah agar memiliki nilai tambah sekaligus mendukung kebutuhan bahan baku industri dalam negeri. Langkah ini juga diharapkan dapat memperkuat substitusi bahan baku impor dan mendorong terbentuknya ekosistem hilirisasi pangan nasional yang semakin produktif.
Rakortas turut menetapkan alokasi jagung SPHP sebanyak 150 ribu ton yang akan disalurkan kepada peternak rakyat serta pelaku usaha peternakan skala kecil dan menengah. Kebijakan tersebut diarahkan untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga jagung sebagai bahan baku pakan baik untuk peternak ayam potong maupun peternak ayam telur.
Di sisi lain, BULOG juga menyiapkan penguatan identitas produk beras pemerintah melalui kemasan Beras Kita, yang direncanakan diluncurkan pada 20 Oktober 2026. Penguatan identitas tersebut menjadi bagian dari transformasi produk BULOG agar semakin kompetitif di pasar sekaligus mudah dikenali masyarakat.
“Beras Kita memiliki makna Keluarga Indonesia Sejahtera. Kami tidak hanya memperbarui tampilan kemasan, tetapi juga terus meningkatkan mutu beras dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kami ingin produk beras pemerintah semakin kompetitif dan memiliki identitas yang kuat, namun tetap menjalankan fungsi utamanya untuk menyediakan pangan yang terjangkau bagi masyarakat,” kata Ahmad Rizal.
BULOG memastikan penyaluran beras SPHP dengan kemasan yang saat ini beredar tetap berjalan hingga stok kemasan tersebut tersalurkan. Selanjutnya, produksi dan distribusi kemasan baru akan dilakukan secara bertahap menuju peluncuran pada 20 Oktober 2026. Untuk kategori premium, BULOG juga menyiapkan Beras Kita Premium, sedangkan beras medium tetap menjadi bagian dari instrumen pemerintah dalam menjaga stabilisasi pasokan dan harga.
Rangkaian kebijakan tersebut menunjukkan kesiapan pemerintah dalam menjaga keseimbangan pangan nasional dari hulu hingga hilir. Penguatan produksi terus dilakukan, sementara ketersediaan pasokan di tingkat konsumen diperkuat melalui tambahan SPHP, optimalisasi stok pemerintah, serta dukungan pangan bagi sektor peternakan.
Dengan dukungan pemerintah dan kekuatan jaringan yang dimiliki hingga seluruh Indonesia, BULOG siap menjalankan setiap penugasan secara optimal untuk memastikan pangan tersedia, pasokan tetap kuat, dan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.
Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
































