Pengawasan harga beras mulai awal September telah diperketat pemerintah dengan menyasar kepada 13 provinsi. Melalui Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan Harga dan Mutu Beras sampai 11 September telah memantau hingga 458 titik yang tersebar pada 240 kabupaten/kota.
Ini merupakan arahan langsung dari Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Melalui pengawasan terkoordinir oleh Bapanas dengan Satgas Pangan Polri bersama pemerintah daerah dan Perum Bulog, harga beras dapat ditekan secara simultan.
“Kita harus jaga pangan kita. Jangan dipermainkan oleh orang-orang tertentu. Jangan ada mafia, khususnya beras. Doakan saya sehat, ada mafia, saya selesaikan,” tegas Amran dikutip di Jakarta pada Senin (14/9/2026).
Orang nomor satu di Kementerian Pertanian dan Bapanas itu mengarahkan jajarannya agar terus berupaya menstabilkan harga beras. Ini demi kebutuhan konsumsi masyarakat Indonesia.
“Seluruh Indonesia stabilkan. Kalau itu terjadi, kita bisa berkontribusi dengan baik pada bangsa dan negara, khususnya 280 juta orang yang mengkonsumsi pangan. Tolong jaga seluruh Indonesia,” kata Amran.
Terpisah, dalam laporan Bapanas terkait kinerja Satgas Pengawasan Harga dan Mutu Beras disebut telah memberikan andil dalam stabilitas harga beras. Direktur Perumusan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Bapanas Yusra Egayanti menuturkan tindak lanjut berupa peringatan kepada pelaku usaha pun sudah dikeluarkan demi menjaga kepatuhan.
“Berdasarkan hasil pemantauan awal, kami sampaikan bahwa rata-rata harga di 13 provinsi untuk beras medium dan SPHP relatif terjaga. Kami terus melakukan koordinasi, termasuk tindak lanjut dari kenaikan harga antara lain memberikan peringatan dan juga beberapa tindak lanjut lainnya,” papar Ega di rapat pengendalian inflasi di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta (14/9/2026).
Adapun 458 titik yang dipantau Satgas Pengawasan Harga dan Mutu Beras tidak hanya menyasar pada pedagang eceran saja. Rinciannya antara lain 290 pedagang eceran, 80 ritel modern, 7 agen, 58 grosir/toko beras, 18 distributor, dan 5 produsen.
“Tentunya bersama dengan pemerintah daerah dan juga Satgas Pangan Polri, saat ini kami berada di beberapa titik, khususnya untuk daerah sentra produksi. Pemantauan dilakukan setiap hari dan kemudian diidentifikasi harga yang diatas HET (Harga Eceran Tertinggi). Kemudian diidentifikasi akar masalahnya untuk kemudian dilakukan intervensi terkait dengan kenaikan harga,” jelas Direktur Ega.
Harga beras secara nasional dalam pantauan Bapanas mulai mengalami depresiasi secara gradual. Per 13 September rerata harga beras medium secara nasional atau gabungan dari 3 zona berada di Rp 13.669 per kilogram (kg). Ini menurun 0,03 persen dibandingkan seminggu sebelumnya. Sementara beras premium di Rp 16.166 per kg atau menurun 0,02 persen.
Adapun tujuan Satgas Pengawasan Harga dan Mutu Beras sesuai yang termaktub dalam Keputusan Kepala Bapanas 369/2026 antara lain menjamin pelaksanaan kebijakan HET di tingkat konsumen, menjamin pelaksanaan kebijakan mutu beras, dan menjadi dasar penegakan hukum pemberian sanksi administratif dan/atau pidana terhadap pelanggaran HET, mutu beras, serta pelanggaran lain seperti penimbunan, peredaran beras ilegal dan lainnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir mengharapkan adanya penurunan harga beras pada minggu-minggu selanjutnya. Ia juga meminta Bapanas bersama Bulog dapat mengatasi fluktuasi harga beras.
“Kita berharap dalam minggu depan ada penurunan harga di kabupaten-kabupaten atau kota tersebut. Saya mohon dari Bapanas bisa juga membantu daripada Bulog. Nah ini juga tolong bisa didalami oleh Bapanas daerah-daerah tersebut. Ada hal mungkin yang terlewati oleh kita untuk kita atasi bersama,” ujar Tomsi.
Menilik perkembangan tingkat inflasi khusus beras sampai Agustus tahun 2026 mengalami penstabilan, baik secara tahunan maupun bulanan. Adapun inflasi khusus beras secara tahunan berada di 2,77 persen setelah bulan sebelumnya di 3,10 persen.
Sementara, level inflasi beras secara bulanan sampai Agustus tahun 2026 ikut menurun dengan berada di 0,42 persen setelah bulan lalu di 0,49 persen. Perlu diketahui, inflasi beras secara bulanan selama tahun 2026 ini masih sangat stabil karena belum pernah melampaui angka 1 persen.
Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
































