PT PAL Indonesia memperkuat rantai pasok industri komponen kapal dalam negeri untuk mendukung kemandirian industri maritim nasional. Langkah tersebut dilakukan melalui business matching bersama Perhimpunan Industri Komponen Kapal Indonesia (PIKKI), Kamis.
Kegiatan ini mempertemukan kebutuhan proyek PT PAL dengan kemampuan industri komponen nasional. Dalam pertemuan tersebut, PT PAL mengidentifikasi produk dan kapasitas anggota PIKKI yang dapat masuk ke dalam rantai pasok perusahaan.
Direktur Produksi PT PAL Indonesia, Diana Rosa, mengatakan pembangunan kapal harus ikut memperkuat industri yang berada di belakangnya. “Kapal yang kita bangun di galangan harus menjadi representasi dari kekuatan industri nasional yang ada di belakangnya,” ujarnya.
Menurut Rosa, kemandirian industri maritim tidak dapat dibangun oleh satu perusahaan. Karena itu, PT PAL mendorong keterlibatan lebih luas industri komponen, pemasok, dan pengembang teknologi nasional dalam setiap proyek pembangunan kapal.
Selain memperkuat rantai pasok, sambung Rosa, kolaborasi PT PAL dengan PIKKI diarahkan untuk meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dan mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.
Ia mencontohkan proyek Frigate Merah Putih. Di mana, PT PAL telah menggunakan 24 komponen produksi dalam negeri. “Kami juga mendampingi industri komponen melalui tim desain dan Quality Assurance untuk memenuhi standar teknis dan sertifikasi yang dipersyaratkan,” tegasnya.
Pada kesempatan sama, Direktur Teknologi dan Manajemen Risiko, Briljan Gazalba, menyampaikan kolaborasi dengan industri komponen menjadi bagian dari strategi memperkuat kapasitas industri nasional. “Kemandirian tidak dibangun dengan mengerjakan semuanya sendiri. Kita harus membangun kemampuan industri secara bersama-sama, dari komponen, teknologi, desain, hingga produksi,” katanya.
Sementara itu, Ketua PIKKI, Eki Komaruddin, mengatakan keterbukaan PT PAL menjadi peluang bagi industri komponen nasional untuk meningkatkan kapasitas dan memperluas keterlibatan dalam proyek pembangunan kapal.
“Hari ini kami tidak melihat PT PAL hanya sebagai galangan kapal, tetapi sebagai lokomotif yang sedang membangun sebuah ekosistem industri,” ujarnya.
Eki menilai keterlibatan industri komponen dalam rantai pasok PT PAL dapat mendorong perusahaan nasional meningkatkan kemampuan dan memenuhi standar industri kapal berdaya saing global.
Melalui business matching tersebut, PT PAL ingin memperluas basis pemasok nasional sekaligus memastikan kebutuhan komponen kapal dapat dipenuhi dari dalam negeri. Produk, teknologi, kapasitas produksi, serta kemampuan sertifikasi menjadi bagian yang dipetakan dalam proses tersebut.
Penguatan rantai pasok industri komponen juga menjadi bagian dari peran PT PAL sebagai National Consolidator industri maritim. Perusahaan mendorong pembagian peran antara galangan, industri komponen, pemasok, dan pengembang teknologi sesuai kapasitas masing-masing. Dengan rantai pasok yang semakin kuat, pembangunan kapal diharapkan tidak hanya menghasilkan produk akhir, tetapi juga meningkatkan kapasitas industri nasional. Sasaran akhirnya adalah memperbesar TKDN, mengurangi ketergantungan impor, dan memperkuat kemandirian industri maritim Indonesia.
Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
































