Indonesia-Selandia Baru Perkuat Kerja Sama Genetika Ternak untuk Tingkatkan Produksi Susu dan Daging

Indonesia dan Selandia Baru memperkuat kerja sama di bidang genetika dan pembibitan ternak untuk mendukung peningkatan produktivitas susu dan daging. Kolaborasi ini diarahkan pada penguatan kapasitas dan pemanfaatan pendekatan berbasis data dalam memilih ternak dengan potensi genetik yang lebih baik.

 

Upaya tersebut mengemuka dalam pembukaan Workshop on the Development of a Genetic Selection Index di Jakarta, Senin (10/8/2026), yang merupakan bagian awal dari Dairy Cooperation Program Indonesia-Selandia Baru. Kegiatan diikuti secara luring dan daring oleh perwakilan Unit Pelaksana Teknis (UPT) perbibitan lingkup Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian.

 

Sekretaris Ditjen PKH Kementerian Pertanian, Nuryani Zainuddin, mengatakan peningkatan mutu genetik ternak menjadi kebutuhan penting untuk mempercepat produktivitas peternakan nasional, terutama dalam memenuhi kebutuhan susu dan daging. Karena itu, sistem pembibitan perlu didukung evaluasi genetik yang berbasis ilmu pengetahuan dan data.

 

“Peningkatan mutu genetik populasi ternak bukan lagi sebuah pilihan, tetapi merupakan kebutuhan mutlak. Kita perlu beralih dari seleksi konvensional menuju evaluasi genetik yang berbasis ilmu pengetahuan dan data,” ujar Nuryani.

 

Menurut Nuryani, Genetic Selection Index memungkinkan berbagai karakter penting ternak dinilai secara bersamaan, tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga kesuburan, efisiensi pakan, ketahanan terhadap penyakit, dan kemampuan beradaptasi terhadap iklim. Pendekatan tersebut diharapkan menghasilkan keputusan pembibitan yang lebih tepat sekaligus mendukung pengembangan ternak yang produktif dan berkelanjutan.

 

First Secretary (Primary Industries) Kedutaan Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Sarah Fish mengatakan, hubungan Indonesia dan Selandia Baru di bidang pertanian telah berkembang dari hubungan perdagangan menjadi kolaborasi dalam pertukaran pengetahuan dan penguatan kapasitas, khususnya di sektor sapi perah. Menurutnya, pengembangan genetika menjadi salah satu bidang yang memiliki peluang kuat untuk dikembangkan bersama.

 

“Sepanjang 2025, Ministry of Primary Industries dan Ditjen PKH bekerja sama untuk mengidentifikasi berbagai cara praktis yang dapat dilakukan Selandia Baru untuk mendukung pengembangan sektor sapi perah Indonesia,” imbuh Sarah.

 

Sarah menambahkan, pengalaman dan keahlian Selandia Baru dalam peningkatan genetika serta pengembangan indeks seleksi dapat menjadi pembelajaran bagi Indonesia untuk mengembangkan strategi pembibitan sapi perah dan sapi potong yang modern dan berorientasi pada efisiensi ekonomi. Kolaborasi ini diharapkan memberikan manfaat nyata bagi penguatan kapasitas sumber daya manusia dan UPT perbibitan Indonesia, sekaligus mendukung tersedianya ternak yang lebih produktif, efisien, dan sesuai dengan kondisi lingkungan Indonesia.

Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional 

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img