Komisi VI DPR RI mengapresiasi transformasi dan sinergi antar-BUMN maritim sebagai fondasi penguatan ekosistem maritim nasional. Melalui Kunjungan Kerja Reses di Surabaya pada Jumat [24/07], Komisi VI DPR RI mempertemukan Badan Pengelola Investasi Danantara, BP BUMN, PT PAL Indonesia, PT PELNI, PT ASDP Indonesia Ferry, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA), PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (DKB) untuk menyelaraskan strategi konsolidasi galangan kapal nasional, revitalisasi armada, modernisasi pelabuhan, dan optimalisasi aset negara.
Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Erma Rini menegaskan bahwa sebagai negara kepulauan, Indonesia membutuhkan industri maritim yang kuat dan terintegrasi. Transformasi BUMN, menurutnya, harus mampu menciptakan nilai tambah bagi negara sekaligus memperkuat daya saing industri nasional. “Kami berharap dari pertemuan ini lahir langkah-langkah produktif untuk memperkuat sektor maritim nasional. Fungsi pengawasan DPR harus mampu memastikan transformasi BUMN memberikan nilai tambah bagi bisnis, dan menghasilkan manfaat yang bagi masyarakat,” ujarnya.
Komisi VI DPR RI juga menyatakan dukungannya terhadap konsolidasi BUMN galangan kapal yang dipimpin PT PAL Indonesia. Konsolidasi dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat industri nasional melalui optimalisasi aset, penguatan pembiayaan, serta peningkatan pemanfaatan galangan dalam negeri guna mendukung kebutuhan armada nasional.
Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, menegaskan bahwa konsolidasi merupakan langkah strategis untuk memperkuat daya saing industri maritim sekaligus menghadirkan multiplier effect bagi perekonomian nasional. “Konsolidasi ini bukan sekadar menggabungkan entitas usaha, tetapi membangun ekosistem industri galangan kapal nasional yang saling menguatkan. Melalui optimalisasi kapabilitas galangan, pemberdayaan SDM, serta penguatan industri komponen dalam negeri dan memperkuat kemandirian maritim Indonesia,” ujar Kaharuddin.
Selain meningkatkan kapasitas industri nasional, konsolidasi juga mendorong peningkatan TKDN, penguatan industri komponen, dan percepatan alih teknologi sehingga manfaat transformasi dapat dirasakan oleh seluruh ekosistem galangan kapal nasional maupun perekonomian daerah.
Direktur Utama PT PELNI, Budi Setyawan Wijaya, menyampaikan bahwa penguatan industri galangan nasional menjadi faktor penting dalam mendukung program peremajaan armada yang melayani lebih dari 1.100 rute pelayaran nasional. “Sebagai operator transportasi laut nasional, kami membutuhkan armada yang semakin andal, aman, dan efisien. Sinergi dengan industri galangan kapal nasional menjadi langkah strategis untuk memperkuat konektivitas nasional sekaligus meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri,” ujar Budi.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, menilai penguatan galangan nasional menjadi kunci percepatan peremajaan armada penyeberangan. “Peremajaan armada merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan keselamatan, pelayanan, dan konektivitas antarpulau. Kami optimistis penguatan ekosistem galangan kapal nasional akan menghadirkan solusi yang lebih mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.
Direktur Utama PT Pelindo, Achmad Muchtasyar, menambahkan bahwa penguatan industri galangan perlu berjalan seiring dengan modernisasi pelabuhan agar tercipta rantai logistik nasional yang semakin efisien dan kompetitif. Sementara itu, Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA), Muhammad Teguh Wirahadikusumah, menegaskan komitmennya mengawal proses konsolidasi melalui aksi korporasi yang mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik sehingga transformasi industri galangan kapal dapat berjalan secara prudent, transparan, dan memberikan nilai tambah bagi negara.
Dengan dorongan dan dukungan penuh pemerintah terhadap industri dalam negeri, diyakini mampu memperkuat ekosistem maritim nasional. Sehingga optimalisasi aset dapat terintegrasi, meningkatkan daya saing nasional, menggerakkan perekonomian dan menciptakan lapangan kerja serta SDM yang berkualitas.
Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News































