Kementan Percepat Transformasi Peternakan Nasional Lewat Indo Livestock 2027, Targetkan Investasi dan Ekspor

Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat transformasi subsektor peternakan melalui peningkatan investasi, hilirisasi, dan pemanfaatan teknologi modern guna menciptakan industri peternakan yang semakin berdaya saing, bernilai tambah, dan berorientasi ekspor. Komitmen tersebut diperkuat melalui peluncuran Indo Livestock 2027 Expo & Forum, yang diharapkan menjadi wadah kolaborasi strategis antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, asosiasi, investor, dan mitra internasional dalam mendorong percepatan pembangunan peternakan nasional.

 

Mengusung tema “Expanding Opportunities, Empowering the Future”, Indo Livestock 2027 resmi diluncurkan di Aloft Hotel, Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2026). Pameran internasional tersebut dijadwalkan berlangsung pada 21–23 Juli 2027 di Grand City Convex, Surabaya, Jawa Timur.

 

Peluncuran dihadiri perwakilan kementerian dan lembaga, kedutaan besar negara sahabat, asosiasi, akademisi, pelaku usaha, investor, serta mitra industri dari dalam dan luar negeri. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi sinyal kuat semakin besarnya perhatian dunia terhadap potensi subsektor peternakan Indonesia yang terus berkembang.

 

Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementerian Pertanian, Makmun, mengatakan Indo Livestock telah berkembang menjadi lebih dari sekadar ajang pameran. Menurutnya, forum internasional tersebut merupakan ruang strategis untuk mempertemukan seluruh pelaku rantai pasok peternakan dalam membangun ekosistem industri yang modern, efisien, dan berkelanjutan.

 

“Indo Livestock menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, investor, akademisi, dan mitra internasional. Melalui kolaborasi ini, Kementerian Pertanian ingin mempercepat investasi, mendorong hilirisasi hasil peternakan, memperluas adopsi teknologi, serta meningkatkan nilai tambah produk peternakan Indonesia agar semakin kompetitif di pasar domestik maupun global,” kata Makmun dihubungi terpisah.

 

Makmun menegaskan, arah pembangunan peternakan saat ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada pengembangan industri hilir yang mampu menciptakan nilai ekonomi lebih tinggi bagi peternak dan pelaku usaha.

 

“Investasi yang kami dorong bukan hanya menambah kapasitas produksi, tetapi juga menghadirkan transfer teknologi, memperkuat kemitraan, mengembangkan industri pengolahan, serta membuka peluang pasar yang lebih luas. Dengan demikian, manfaat pembangunan dapat dirasakan dari hulu hingga hilir, sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, penyelenggaraan Indo Livestock menjadi salah satu instrumen penting dalam mempercepat transformasi tersebut karena mempertemukan inovasi, investasi, dan jejaring bisnis dalam satu platform yang mampu mendorong lahirnya berbagai kerja sama baru.

 

Project Director PT Napindo Media Ashatama, Lisa Rusli, mengatakan penyelenggaraan Indo Livestock 2027 memiliki makna istimewa karena menandai edisi ke-20 sekaligus 25 tahun perjalanan Indo Livestock sebagai wadah bisnis dan pertukaran pengetahuan bagi industri peternakan.

 

“Indo Livestock 2027 menjadi momen yang sangat istimewa bagi kami. Memasuki edisi ke-20 sekaligus menyambut 25 tahun perjalanan Indo Livestock, kami ingin terus menghadirkan platform bisnis dan pertukaran pengetahuan bagi industri peternakan, pakan ternak, pengolahan susu, kesehatan hewan, perikanan, dan aquaculture,” ujar Lisa.

 

Menurut Lisa, dipilihnya Surabaya sebagai lokasi penyelenggaraan didasarkan pada kuatnya ekosistem peternakan Jawa Timur sebagai salah satu sentra produksi nasional. Kondisi tersebut diyakini mampu memperluas jangkauan pameran, membuka peluang investasi baru, serta memperkuat kemitraan bagi pelaku industri di kawasan Indonesia bagian timur.

 

“Kami berharap penyelenggaraan di Surabaya dapat membuka akses yang lebih luas bagi pelaku industri, menciptakan lebih banyak peluang investasi dan kemitraan, serta memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk memajukan industri peternakan dan kesehatan hewan Indonesia,” katanya.

 

Sementara itu, Junior Sales Manager PT Napindo Media Ashatama, Agnes Nilam, mengatakan persiapan Indo Livestock 2027 dilakukan lebih awal sebagai bentuk komitmen menghadirkan penyelenggaraan yang semakin berkualitas setelah tingginya antusiasme peserta pada penyelenggaraan sebelumnya.

 

“Kami sengaja memulai persiapan lebih awal karena percaya pameran yang sukses lahir dari perencanaan yang matang. Antusiasme industri pada penyelenggaraan 2026 menjadi semangat bagi kami untuk menghadirkan Indo Livestock 2027 yang lebih baik dan lebih bermanfaat bagi seluruh peserta,” ujar Agnes.

 

Ia menjelaskan, penyelenggaraan tahun depan ditargetkan diikuti sekitar 300 perusahaan, menghadirkan peserta dan pengunjung dari 30 negara, didukung 10 paviliun negara, serta menarik sekitar 15.000 pengunjung. Target tersebut disusun berdasarkan keberhasilan Indo Livestock 2026 yang mencatat lebih dari 20.380 pengunjung, menunjukkan tingginya minat dunia usaha terhadap perkembangan industri peternakan Indonesia.

 

Selain pameran, Indo Livestock 2027 juga akan menghadirkan seminar internasional, forum bisnis, business matching, serta berbagai agenda strategis yang mempertemukan pelaku usaha dengan investor dan pengambil kebijakan. Penguatan subsektor dairy, veteriner, perikanan, dan aquaculture turut menjadi fokus penyelenggaraan guna menjawab meningkatnya kebutuhan teknologi, investasi, dan inovasi pada berbagai sektor agribisnis.

 

Bagi Kementerian Pertanian, Indo Livestock 2027 merupakan bagian dari strategi mempercepat transformasi subsektor peternakan menuju industri yang semakin modern, efisien, dan berdaya saing global. Melalui sinergi pemerintah, dunia usaha, akademisi, asosiasi, dan mitra internasional, Kementerian Pertanian optimistis investasi dan hilirisasi akan semakin berkembang sehingga mampu meningkatkan nilai tambah produk peternakan, memperkuat kesejahteraan peternak, memperluas pasar ekspor, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional 

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img