Bea Cukai menggelar edukasi di berbagai perguruan tinggi sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman generasi muda tentang peran dan tugas negara di bidang kepabeanan dan cukai, serta mendorong minat menjadi pelaku ekspor. Kegiatan yang dilaksanakan di Malang dan Kotawaringin Timur tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk memahami peluang sekaligus tantangan dalam perdagangan internasional, sehingga mampu menciptakan inovasi dan daya saing di pasar global.
Sepanjang bulan Juni, kegiatan kolaborasi edukatif dilaksanakan sebanyak dua kali di Malang. Bea Cukai Malang hadir sebagai narasumber dalam kegiatan kuliah tamu bertajuk “Improving Business Acumen Through Export-Import Literacy” yang diselenggarakan di Universitas Islam Malang pada Selasa (23/06) yang diikuti oleh mahasiswa Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).
Dalam kegiatan tersebut, Bea Cukai Malang menyampaikan materi seputar tata laksana ekspor, meliputi langkah penting sebelum memulai ekspor, pengetahuan mengenai klasifikasi barang, serta mekanisme pembayaran internasional dalam kegiatan ekspor dan impor.
Kegiatan serupa juga dilaksanakan oleh Kanwil Bea Cukai Jawa Timur II. Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Timur II, Muhamad Lukman, menjadi pembicara pada seminar nasional bertema From Campus to Global Market “Be The Next Smart Exporter” yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM) pada Selasa (30/6) di Aula BAU UMM.
Dalam presentasinya, Lukman menyampaikan peran Bea Cukai sebagai trade facilitator dan industrial assistance dalam mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk merealisasikan ekspor. “Bea Cukai tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga berperan sebagai mitra strategis memberikan asistensi kepada UMKM dalam memahami ketentuan ekspor, memenuhi persyaratan kepabeanan, serta memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia,” ujar Lukman.
Sementara itu, di Kotawaringin Timur, Bea Cukai Sampit menyelenggarakan kuliah umum mengenai dinamika perdagangan internasional (ekspor dan impor) bagi mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Sampit pada Jumat (12/06).
Kepala Kantor Bea dan Cukai Sampit, Agus Dwi Setia Kuncoro, selaku pembicara memaparkan konsep dasar ekonomi makro, pertumbuhan ekonomi, produk domestik bruto, perdagangan internasional dan menjelaskan tugas pokok Bea Cukai. Ia menekankan fungsi Bea Cukai sebagai pelindung masyarakat dari barang ilegal atau berbahaya (Community Protector), fasilitator perdagangan dan industri (Trade Facilitator dan Industrial Assistance), serta penghimpun penerimaan negara dari sektor kepabeanan dan cukai (Revenue Collector).
“Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa dapat menjadi agen informasi bagi masyarakat tentang kepabeanan dan cukai, serta termotivasi untuk berperan aktif sebagai penggerak ekonomi daerah Kotawaringin Timur melalui kegiatan perdagangan internasional,” ujar Agus.
Hadirnya Bea Cukai dalam kegiatan kuliah umum di perguruan tinggi menjadi langkah awal dari berbagai inisiatif kolaboratif di masa depan yang lebih luas. Mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis mengenai ekspor-impor, tetapi juga memiliki wawasan praktis yang dapat menjadi bekal dalam membangun jiwa kewirausahaan dan meningkatkan daya saing di era perdagangan global.
Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
































