IHSG Menguat di Awal Pekan Didorong Ekspektasi Redanya Ketegangan AS–Iran

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Rabu (1/4) dengan penguatan signifikan di tengah meningkatnya optimisme pasar mengenai potensi deeskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran. IHSG dibuka naik 101,03 poin atau 1,43 persen ke level 7.149,25, sementara indeks LQ45 turut menguat 1,65 persen ke posisi 727,59.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menilai bahwa sentimen positif global mendorong peluang teknikal rebound IHSG.“IHSG diperkirakan berpotensi rebound karena sentimen positif dari ekspektasi akan deeskalasi di Timur Tengah. Diperkirakan IHSG akan menguji level resistance di 7.100- 7.200,” ujar Kepala Riset Phintrao Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta.

- Advertisement -

Sentimen Global: Harapan Baru Redanya Konflik

Pasar global mulai merespons positif setelah muncul laporan bahwa Presiden AS Donald Trump terbuka mengakhiri perang tanpa eskalasi besar, termasuk tanpa membuka kembali Selat Hormuz secara agresif. Di sisi lain, media pemerintah Iran menyebutkan kesediaan negara tersebut mengakhiri konflik jika mendapat jaminan keamanan.

Meski sebagian laporan masih diragukan validitasnya, tren penurunan harga minyak dunia menjadi katalis positif yang mengangkat indeks saham di Eropa dan Wall Street.

- Advertisement -

Sentimen Domestik: Pelaku Pasar Menanti Data Ekonomi

Dari dalam negeri, pelaku pasar mencermati sejumlah data penting yang dirilis hari ini, antara lain:

  • Manufacturing PMI Maret 2026 diprediksi turun ke 51,2 dari 53,8 akibat libur keagamaan.
  • Neraca perdagangan Februari 2026 diperkirakan surplus 1,2 miliar dolar AS, naik dari 0,9 miliar dolar AS pada Januari.
  • Inflasi Maret 2026 diperkirakan berada di level 0,3 persen (mtm) dan 4,9 persen (yoy).

Selain data makro, pernyataan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi bahwa Pertamina tidak akan menaikkan harga BBM subsidi maupun nonsubsidi turut memberi sentimen positif bagi pasar.

Pemerintah juga mengumumkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Jumat bagi ASN mulai 1 April 2026, serta rencana mempercepat penerapan B50 demi meningkatkan kemandirian energi. Di saat yang sama, pemerintah menargetkan efisiensi anggaran K/L hingga Rp121–130 triliun.

Bursa Global Kompak Menguat

Pada penutupan perdagangan Selasa (31/3), bursa Eropa dan AS kompak mencatat kenaikan. Euro Stoxx 50, FTSE 100, DAX, dan CAC semuanya menguat di kisaran 0,48–0,57 persen. Wall Street mencatat reli lebih kuat, dengan Dow Jones naik 2,49 persen, S&P 500 menguat 2,91 persen, dan Nasdaq melonjak 3,43 persen.

- Advertisement -

Bursa Asia juga dibuka menguat pada Rabu pagi. Indeks Nikkei, Hang Seng, Shanghai Composite, dan Strait Times masing-masing mencatat penguatan di kisaran 1,29 hingga 4,16 persen, sejalan dengan sentimen global yang kembali stabil.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img