IHSG Dibuka Turun 0,44 Persen di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Global

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Kamis (2/4) dengan pelemahan di tengah sikap hati-hati pelaku pasar menjelang pidato nasional Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pernyataan Trump yang dijadwalkan pada Kamis waktu AS dianggap menjadi sentimen utama bagi arah pasar, khususnya terkait perkembangan konflik antara AS dan Iran.

IHSG dibuka turun 31,33 poin atau 0,44 persen ke level 7.153,11. Sementara indeks LQ45 juga melemah 1,32 poin atau 0,18 persen ke posisi 725,47.

- Advertisement -

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menjelaskan bahwa pelaku pasar kini berada dalam mode wait and see. “Fokus pasar kini tertuju pada pidato resmi Trump yang berpotensi menjadi katalis arah pasar berikutnya,” ujarnya dalam riset harian.

Sentimen Global: Dari Eskalasi ke De-eskalasi

Dari sisi global, Liza menilai sentimen perlahan bergeser dari eskalasi menuju de-eskalasi. AS disebut telah mencapai tujuan utamanya terhadap Iran dan membuka peluang untuk keluar dari ketegangan dalam 2–3 minggu tanpa perlu kesepakatan formal.

- Advertisement -

Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian dikabarkan terbuka mengakhiri konflik dengan sejumlah syarat, seperti pengakuan hak Iran, pembayaran kompensasi, serta jaminan internasional atas agresi ke depan. Meski demikian, ketidakpastian masih tinggi karena kebijakan AS dinilai belum konsisten, khususnya terkait status Selat Hormuz, opsi militer lanjutan, dan potensi keterlibatan sekutu.

Harga minyak mentah dunia masih bertahan di atas 100 dolar AS per barel meski ada optimisme de-eskalasi. Selat Hormuz—jalur yang menyuplai sekitar 20 persen minyak global—masih ditutup dan membuat lalu lintas tanker sangat terbatas.

Data Ekonomi Domestik Masih Solid

Dari dalam negeri, neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2026 mencatat surplus 1,28 miliar dolar AS. Pertumbuhan ekspor tercatat melambat ke 1,01 persen (yoy), sementara impor tetap tumbuh tinggi 10,85 persen (yoy), menunjukkan permintaan domestik yang masih kuat meski tekanan eksternal meningkat.

Inflasi Maret 2026 juga turun signifikan menjadi 3,48 persen (yoy) dan 0,41 persen (mtm), melampaui ekspektasi pasar. Inflasi inti turut melandai ke 2,52 persen (yoy). Penurunan inflasi terutama dipicu oleh normalisasi harga pangan dan pakaian, serta base effect sektor perumahan dan utilitas.

- Advertisement -

Kinerja Bursa Global Bervariasi

Pada perdagangan Rabu (1/4), bursa saham Eropa kompak menguat. Euro Stoxx 50 naik 3,05 persen, FTSE 100 Inggris meningkat 1,85 persen, DAX Jerman menguat 2,73 persen, dan CAC 40 Prancis naik 2,10 persen.

Bursa Amerika Serikat juga bergerak positif. Dow Jones Industrial Average menguat 0,5 persen ke 46.565,86, S&P 500 naik 0,7 persen ke 6.573,89, dan Nasdaq Composite menguat 1,2 persen ke 21.840,95.

Namun berbeda dengan pasar global, bursa Asia pada Kamis pagi justru dibuka melemah. Indeks Nikkei terkoreksi 1,85 persen ke 52.748,00, Shanghai turun 0,24 persen ke 3.938,94, Hang Seng melemah 1,01 persen ke 25.036,50, dan Strait Times terkoreksi 0,29 persen ke 4.961,51.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img