ID FOOD Resmi Ekspor Perdana Bunga Pala ke India, Perkuat Pasar Rempah Indonesia

Pemerintah terus mendorong penguatan ketahanan ekonomi nasional dengan memaksimalkan peluang ekspor produk unggulan, termasuk komoditas pangan. Upaya tersebut kembali diwujudkan melalui Holding BUMN Pangan ID FOOD, yang resmi melepas ekspor perdana bunga pala (mace) ke India sebagai langkah konkret memperluas penetrasi pasar global.

Pelepasan ekspor perdana ini disampaikan oleh SEVP Bisnis dan PSO ID FOOD, Yosdian Adi Pramono, pada Rabu (8/4) di Jakarta. Ia menegaskan bahwa di tengah dinamika ekonomi global, peningkatan ekspor menjadi strategi penting untuk menjaga stabilitas sektor pangan nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.

“Komitmen tersebut diwujudkan ID FOOD melalui realisasi ekspor perdana komoditas bunga pala (mace) ke India yang dilepas hari ini di Tanjung Perak, Surabaya. Produk bunga pala tersebut dipasok oleh mitra lokal, yakni RHA Semesta Berjaya, dan dikirim kepada importir NS Impex di India. Komoditas ini akan dimanfaatkan di negara tujuan sebagai bahan bumbu masak, obat herbal, hingga essential oil,” ujarnya.

Dalam pengiriman tahap pertama ini, Yosdian mengatakan ID FOOD mengekspor sebanyak satu container dari kontrak 40 kontainer.

ID FOOD menargetkan pengiriman reguler dua kontainer 20 feet setiap bulan untuk memastikan keberlanjutan ekspor. Selain bunga pala, perusahaan juga menjajaki peluang ekspor komoditas lain ke India seperti buah pinang, kunyit, dan temulawak, yang memiliki pasar menjanjikan.

“Selain itu, ID FOOD juga tengah menjajaki potensi ekspor komoditas lainnya ke pasar India, seperti buah pinang, kunyit, dan temulawak yang memiliki peluang pasar yang cukup besar,” ujarnya.

Yosdian menambahkan, ID FOOD menargetkan akan kembali merealisasikan ekspor komoditas serupa pada bulan ini, seiring dengan upaya penguatan sourcing bahan baku, baik untuk bunga pala maupun komoditas potensial lainnya seperti pinang.

Langkah ini diharapkan dapat semakin memperkuat rantai pasok sekaligus memberikan nilai tambah bagi petani dan pelaku usaha lokal.

“Ekspor ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat peran Indonesia sebagai salah satu produsen rempah dunia, sekaligus membuka peluang pasar baru yang potensial,” tuturnya.

Ia menjelaskan, hal ini juga menjadi langkah awal yang strategis dalam memperluas penetrasi pasar ekspor rempah Indonesia, khususnya bunga pala yang memiliki permintaan tinggi di pasar global.

“Kami berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan ekspor komoditas pangan, termasuk rempah, sebagai bagian dari kontribusi dalam memperkuat perekonomian nasional.

“Kolaborasi dengan mitra lokal menjadi kunci dalam memastikan kualitas dan keberlanjutan pasokan,” ungkapnya.

Sebagai informasi, Indonesia merupakan salah satu produsen utama pala dunia dengan kontribusi signifikan terhadap pasar global.

Berdasarkan data BRIN, Indonesia menguasai sekitar 70–75 persen produksi pala dunia dengan nilai ekspor mencapai 185,32 juta dolar AS.

Permintaan komoditas pala juga terus meningkat di pasar global, khususnya untuk kebutuhan industri makanan, farmasi, dan kosmetik.

“Hal ini menjadi peluang strategis yang terus dioptimalkan oleh ID FOOD melalui penguatan ekosistem bisnis berbasis kemitraan,” ucapnya.

Yosdian berharap, masuknya ID FOOD dalam ekspor komoditas rempah dapat menjadi enabler dalam mendorong peningkatan kesejahteraan petani, memperluas akses pasar bagi produk lokal, serta memperkuat posisi Indonesia di pasar pangan global.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img