IHSG Diproyeksi Menguat Seiring Meredanya Kekhawatiran Disrupsi AI di Pasar Global

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak menguat pada perdagangan Kamis, didorong oleh meredanya kekhawatiran pasar terhadap potensi disrupsi Artificial Intelligence (AI) secara global. IHSG dibuka naik 29,13 poin atau 0,35 persen ke level 8.351,36. Sementara itu, indeks LQ45 turut menguat 2,55 poin atau 0,30 persen ke posisi 845,62.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menjelaskan bahwa penguatan pasar saham di Amerika Serikat (AS) menjadi salah satu katalis positif bagi IHSG. Menurutnya, saham-saham di Wall Street mengalami rally setelah tekanan sebelumnya mereda, seiring berkurangnya kekhawatiran disrupsi AI dan meningkatnya fokus pasar terhadap belanja modal data center dan kebutuhan energi.

“Saham-saham di Amerika Serikat (AS) mengalami rally dan penguatan aset yang sebelumnya tertekan, seiring meredanya kekhawatiran disrupsi Artificial intelligence (AI) dan bergesernya fokus ke belanja modal data center serta power,” ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.

Dari sentimen global, bursa AS mencatat penguatan selama dua hari beruntun. Sektor teknologi memimpin kenaikan setelah Nvidia merilis laporan kinerja kuartal IV-2025 yang melampaui ekspektasi analis. Kekhawatiran terhadap gangguan pasar akibat AI juga semakin mereda setelah adanya kesepakatan antara Meta dan AMD, serta ekspansi kemitraan Anthropic.

Penguatan Nvidia disebut kini memiliki bobot yang hampir setara dengan rilis data inflasi dan ketenagakerjaan AS dalam menentukan arah pasar global. Meski demikian, Liza mengingatkan pelaku pasar untuk tetap mewaspadai risiko jangka panjang di luar proyeksi kuartalan.

Dari sisi kebijakan, Presiden AS Donald Trump menegaskan tetap melanjutkan agenda tarif dalam pidato State of the Union. Hal ini disampaikan meski Mahkamah Agung telah membatasi kewenangannya. AS sebelumnya telah menerapkan tarif impor global sebesar 10 persen, dan membuka opsi kenaikan menjadi 15 persen. Ketidakpastian implementasi tarif, serta arah kebijakan AS terhadap Iran dan negosiasi nuklir di Jenewa, dinilai masih menjadi sumber volatilitas geopolitik.

Sementara dari dalam negeri, Indonesia dan AS mencapai kesepakatan tarif yang memungkinkan percepatan kerja sama hulu–hilir mineral kritis serta penghapusan pembatasan ekspor ke AS. Pemerintah juga menegaskan konsistensi kebijakan larangan ekspor bijih mentah. Investor asing tetap diperbolehkan membangun smelter di Indonesia dan mengekspor produk hasil pemurnian.

Selain itu, Kementerian ESDM melakukan pertemuan bilateral dengan Kementerian Baja India untuk menjajaki investasi pada pengembangan mineral kritis dan fasilitas produksi baja nasional. Langkah ini merupakan bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi dan hilirisasi Indonesia. Upaya tersebut berlangsung di tengah agresivitas India yang memperluas kerja sama mineral kritis dengan Brasil, serta partisipasinya dalam rantai pasok semikonduktor dan AI untuk mengurangi ketergantungan pada China.

Dari bursa global, pasar Eropa kompak menguat pada perdagangan Rabu (25/2). Euro Stoxx 50 naik 0,91 persen, FTSE 100 Inggris menguat 1,18 persen, DAX Jerman naik 0,76 persen, dan CAC Prancis meningkat 0,47 persen.

Bursa AS juga menguat serempak, dengan S&P 500 naik 0,81 persen ke level 6.946,13, Nasdaq Composite melonjak 1,26 persen ke 23.152,08, dan Dow Jones Industrial Average menguat 0,63 persen ke 49.482,15.

Di kawasan Asia, pergerakan indeks bervariasi pada pembukaan Kamis pagi. Nikkei menguat 264,88 poin atau 0,45 persen ke 58.848,00. Sementara itu, indeks Shanghai turun 0,33 persen ke 4.133,69, Hang Seng melemah 0,46 persen ke 26.643,50, dan Strait Times melemah 0,22 persen ke 4.997,05.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img