Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia diperkirakan bergerak menguat pada perdagangan Selasa, didorong oleh penguatan data ekonomi dalam negeri yang menunjukkan kinerja positif. IHSG dibuka naik 31,97 poin atau 0,38 persen ke level 8.428,05, sementara Indeks LQ45 turut menguat 0,11 persen ke posisi 848,68.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan IHSG masih memiliki peluang menguat secara terbatas.
“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance 8.310-8.450. Potensi koreksi terbuka, hati-hati,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.
Dari sisi fundamental domestik, Kementerian Keuangan mencatat penerimaan pajak Januari 2026 mencapai Rp116,2 triliun, tumbuh 30,7 persen (yoy) atau 4,9 persen terhadap target APBN 2026. Kenaikan terutama ditopang lonjakan penerimaan PPN dan PPnBM sebesar 83,9 persen menjadi Rp45,3 triliun, mencerminkan kuatnya konsumsi masyarakat serta penurunan restitusi pajak sebesar 23 persen.
Penerimaan PPh Badan turut naik 37 persen menjadi Rp5,7 triliun. Sementara PPh Orang Pribadi dan PPh 21 tercatat masih terkontraksi 20,4 persen akibat faktor administratif, termasuk deposit Rp6,1 triliun yang belum dipindahbukukan. Jika disesuaikan, pertumbuhannya diperkirakan dapat mencapai 16,5 persen (yoy). Adapun PPh Final, PPh 22, dan PPh 26 menurun 11 persen menjadi Rp26 triliun, sedangkan kelompok pajak lainnya melonjak 685,8 persen menjadi Rp16,1 triliun.
Nico menilai kinerja penerimaan awal tahun ini memberikan sinyal positif bagi perekonomian nasional, terutama terkait daya beli masyarakat yang masih terjaga. Namun, ia menilai sejumlah faktor teknis seperti penurunan restitusi dan deposit pajak yang belum dipindahbukukan tetap perlu dicermati.
Dari sisi global, pasar saham dunia bergerak melemah seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI) serta ketidakpastian kebijakan tarif perdagangan Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump dilaporkan berencana mengganti tarif lama dengan kebijakan tarif baru sebesar 15 persen yang berlaku untuk seluruh impor.
Sentimen tersebut membuat bursa Eropa kompak menurun pada perdagangan Senin (23/2), termasuk Euro Stoxx 50, FTSE 100, DAX, dan CAC 40. Tekanan serupa terjadi di Wall Street, di mana Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq sama-sama mencatat penurunan.
Sementara itu, bursa Asia pagi ini bergerak variatif. Indeks Nikkei dan Shanghai Composite kompak menguat, sedangkan Hang Seng dan Strait Times justru terkoreksi.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
































